Jumat, 30 Desember 2016

CINTAKU BIMBANG

Untukmu : DIANA

Dalam perasaan tak selalu indah
Dangkalnya cinta tak mengupas rindu
Kau tahu itu; maka mengertilah
Sebuah perasan dalam yang menggebu

Semaikan dia pada jiwamu yang terdalam
Semisal siraman bunga ditaman
tumbuh dan mekar mewarnai perasaan
Agar kau tau cinta tak selalu memiliki

Pada kebimbangan harusnya memilih
Menegaskan perasan cinta menjadi putih
Tersebab bimbang adalah perasan rapuh
Kau hanya butuh sedikit langkah

Agar kebimbanganmu terhempas
Dibawa angin meretas rasa" nian tuntas
Agar kau dapati cinta yang romantis
Bersama dia yang kau anggap pantas

Bukankah keraguan merapikan hati
Tuk merebut cintamu dengan hati
Seperti katamu aku ingin diselimuti
Dengan sarung imamku nian peduli

Bersamaku hingga akhir nanti
Merayut kisah-kekasih
Dalam hidup kian berseri
Pada hari-hari yang kami lewati
Dengan cinta yang mahabbah

Matapencil; Ternate 301216

Kamis, 29 Desember 2016

PEREMPUAN BERMATA BIRU


Di central Halmahera dirimu
Lantang mengatakan cinta
Tidakkah kau tahu cinta itu buta
Tak seperti bening dimata birumu

Pada lelaki timur Halmahera
Membuatnya terpana
Pada setiap pandangan
Menggelikan rasa-rasa senyuman

Kau melepas bunga genggaman
Ditanganmu yang lembut gemulai
Semisal helaian kapas nian lembut
Terhempas angin alihkan pandangan

Pada matamu nian membiru
Membisukan harapanku
Tersebab engkau bukan milikku
Sepantasnya cukup dengan satu

Bahwa kau semestinya dituntun
Pada sikap cinta lelaki yang santun
Bukan pada mata lelaki yang sok mengayun
Melirik; mengulum langit menembus ubun

Karena engkau perempuan santun
Pada kecantikanmu adalah masa depanmu
Pada kemolekan dirimu adalah keindahan
Hingga kau tau begitu jelita mata indahmu

Duhai perempuan bermata biru
Bungkuslah lekukan birahimu
Dengan sikap dan budi bahasamu
Sebab milikmu adalah ketetapanNya

Mata Pencil; Halmahera 291216

Rabu, 28 Desember 2016

MAHAR CINTA DILANGIT TERNATE

MAHAR CINTA DI LANGIT TERNATE
=============================

Perjalanan desember tahun ini
Hampir menggapai langit putih
Saat kata bibir manismu tumpah
Membasahi dinding kalbuku; Diana, kini

Biru langit menjadi putih bersi
Ketika kata-kata cinta kau sulam dihati
Menepati janji suci
Terisak tangis bahagia bersaksi

Di langit Ternate kita berdua
Berkata cinta
Pada keagunganNya meminta
Menyatukan hati kau dan aku Diana

Pada kesungguhan kau bersedia
Telah aku terima mahar cinta;
Tersebut dengan saksi saksi mata
Sembari terucap doa-doa mereka

Inilah nikmat bahagia yang kita pinta
Melengkapi perjalanan desember ceria
Tentang kita; Diana
Nyata telah kupersunting dalam istana

Sekali lagi dengarlah baik-baik
"Mahar cinta di langit Ternate" menjadi titik
Bahagia bersama dengan maha suci Allah

Mata Pencil Ternate 281216

Jumat, 23 Desember 2016

MEMBUNYIKAN SUNYI


Dibilik sebelah ranjang terucap kata lunak berkelok nan indah merdu dengan bait nada
bayati dari gerak alif sampai pada nun tasjid
dengungan itu mengikuti aliran nafasnya

Mataku tertutup sedang hatiku merasa sejuk
Sampai getaran bunyinya merambat telinga
Begitu manja mengaliri seutuhnya jagad
Dialah wanita sholehah yang selalu taqwa

Mengulangi hal yang sama pada sunyinya
Menemani kitabullah semisal dialog diriNya
Menemukan cara mudah yang tak mudah
Bisa dilakukan pada kita yang menghambah

Inilah keadaan yang sejatinya harus terpelihara
Hingga sinar bulan matahari tetap bercahaya
Hingga keyakinan tetap bersuara pada sunyinya
Tak sekedar cara membunyikan sunyi semata

Tersebab makna makna keilahian melintas diantara ruang dan waktu, pada insan pilihan
Berkata-kata pada kebaikan juga kesabaran memelihara alam dengan petunukNya

Mata Pencil; Halmahera 241216

Minggu, 18 Desember 2016

KEMARAU DIDADAMU

KEMARAU DIDADAMU
==================

Seribu musim menghampiri
Sejak ditinggal dia yang kau sayangi
Katamu seribu kecup itu tak cukup mengobati
Pada dialog dua dada dekap mengaliri

Merasuk basahi rongga-rongga rusuk
Didadamu nian tercabik-cabik
Semisal luka sayatan disirami air garam
Nyeri terasa menyatukan seribu musim

Sebesar itukah dia bagimu;
Acapkali kau diam membisu
Menatap langit dan kaupun bertanya
Bagaimana keadaan dirinya disana ?

Inikah kemarau Didadamu
Menyalib rasamu tak lagi merasa
Merapatkan hatimu tak lagi menyapa
Kepada siapa kekasih yang puan mau

Puan; bisakah kemarau didadamu
Kusirami kembali dengan air dihatiku
Biar mudah ; beritahukan aku caranya !

Tersebab kau harus tau bahwa kita ;
Adalah sepasang rindu pada kemarau itu"

Karena itulah didadamu ;
aku ingin lelahmu kau sandarkan didadaku

Meriuhkan kembali desahan dialog itu
Rasakan kembali seribu kecup dikeningmu
"Bersamamu mengakhiri kemarau didadamu"

Mata Pencil ; Halmahera 181216

Sabtu, 17 Desember 2016

CINTA KEPADA SANG NUKU

Pada jejak perjuanganmu
Membakar spirit anak negeri ini
Membumikan cinta moluku kie raha
Pada seantero penghuni tanah leluhur

Cinta kepada sang Nuku
Adalah aromah jati diri
Kami bangga
Kami berbaur

Tetapi kami bersatu
Mengenang jasamu
Menyatukan kami dalam satu hati
Berkarya atas negeri ini

Cinta kepada sang Nuku
Adalah memupuk nilai nilai juang
Mencintai peradaban
Mempertahankan moral

Cinta kepada sang Nuku
Mengikis perbedaan
Bahwa kita adalah Nuku dan
Nuku adalah kita

Beta pulang
Mengobarkan juang
Dari leluhur untuk generasi
Berkarya untuk negeri moluku kie raha

Sulfiudi: Halmahera 241016

PADAMU CINTA

Perihal perjalanan kita
Telah usai kau cerita

Begitu lengkap nian sempurna
Disetiap lembaran-lembarannya

Semisal jejak langkah
Kau telah melewatinya

Walau pun susah payah
Bahkan terlunta-lunta

Semisal rasa;
kau telah merasakannya

Ketika luka bahagia;
kau mampu merawatnya

Saat-saat rindu kaupun bisa;
mendendangkannya

Lalu ; padamu Cinta

Bergegas langkah menuju labuan
Menyatukan rasa cintamu, puan!
Kepada Tuan menantimu di peraduan

Mata Pencil: Halmahera 181216

Kamis, 15 Desember 2016

BUNGAKU LA VENDER

Bila pagi mekar bersama embun
Melepas wangi yang harum
Pada pucuk dan dedaunan
Butir butir embun ikut senyum

Bungaku lavender
Ini masih pagi dibulan desember
Bulan menggenapi bilangannya
Pada hitungan bulan menjadi tahun-Nya

Bermacam wajah rupah manusia
Sibuk mengejar suka cita
Semisal warna warni bunga
Membela rasa penuh selera

Ketika desember adalah musimnya
Kenapa kita selalu menyiramnya
Bukankah hujan langit cukup untuknya
Memanjakan bunga lavender yang setia

Bungaku lavender
Putih juga ungu itu indah bukan
Bila putihnya adalah suci; rawatlah ia
Bila unguhnya bilur ; siramilah ia

Bunga tetaplah bunga
Bukan bungabunga perawan dan janda
Bukankah semua itu sama dimataNya
Biarlah ia mekar sepanjang musimnya

MataPencil ; Halmahera 161216

Selasa, 13 Desember 2016

MATAHARI DI AMBANG SENJA

Pagi kau bangun
Melepas mimpi nian kelabu
Meretas sepi bersama embun
Gigil membalut rasa kian rindu

Ketika matahari menancap diubun-ubun
Pada perjalanan waktu kian menuntun
Pada kepulangan waktu yang sebenarnya
Tatkalah kau bertanya" kepada siapa?

Aku berjalan, dengan apa aku membawa
Diri ini dengan matahari kian terasa
Saat matahari diambang senja
Sudah cukupkah bekal yang kubawa

Bukan kah perjalanan matahari itu pasti
Adalah takdir yang tak mesti ditanyakan
Tetapi kenapa tidak kau sadari
Bahwa perjalanan adalah kepulangan

Ketika pagi; sejuk terasa membumi
Ketika siang; panas teras menyengat
Ketika senja; kuasa mengajari
Pada ambang pintu taubat

Janganlah mati
Sebelum tiba ajalmu
Tidak  kah engkau melihat mayat-mayat yang sedang berjalan"

MataPencil; Halmahera 141216

Senin, 12 Desember 2016

RINDUKU PADA TITIK RINDUMU

RINDUKU PADA TITIK RINDUMU
==========================

Adalah kedamaian rasa memuncak
Pada kearifan membalut rasa
Berpaling dari cinta yang sesungguhnya
Tuk kembali menemukan cinta yang baik

Bukan cinta kian membabi buta
Bukan cinta yang sekadarnya
Bukan cinta sekedar cinta
Tetapi cinta yang mahabba

Wahai Diana kekasihku
Rinduku pada titik rindumu
Tetaplah hadap diri
Ketahuilah engkaulah yang pantas diuji

Pahamilah kita adalah kita
Kita adalah genggaman-NYA
Kita adalah insan penuh hamba
Pada titik rindu selalu diuji-NYA

Bersalawat pada kekasih-NYA
Agar kita kelak mendapat safaat cinta
Pada kepulangan kita
Karena sesungguhnya

"kita berpulang pada titik rindun-NYA;

Ragukan bahwa bumi itu bulat
Ragukan bahwa bintang itu di langit
Tetapi jangan Ragukan cintaku
Duhai Diana kekasihku

Mata Pencil 121216

Selasa, 06 Desember 2016

KABAR HITAM TENTANG DIANA

KABAR HITAM TENTANG DIANA
==========================
Gendang telingaku pecah
Mendengar kabar kata
Kau telah pergi dari dia
Serasa langit runtuh

Menghimpit atap rumahku
Yakinku kau tak begitu
Sebab kau begitu soleha
Kenapa sikapmu begitu

Diana kekasih pujaanku
Bukankah engkau tau
Suami pilihanmu
Sangat menyayangimu

Siapa yang membuatmu terusik
Hingga enyah kau dari rumah
Apakah itu hanya angin berbisik
Datang mengabari begitu perih

Harapku kembali pulang sayang
Bulatkan imanmu sekali lagi
Pandanglah ke langit sayang
Berdiri sekuat hati dikaki bumi

Tutup rapat mata hatimu
Jagalah milikmu saat ini
Sebab dikau mampu
Merawat semua ini

Semua itu ujian diri sayang
Sebab imanmu sedang goyang
Hadap diri itu lebih baik
Berikanlah yang terbaik

Untuk suamimu
Anak-anakmu
Sebab esok tak seperti hari ini
Dan hari ini kau telah diuji

Pada-NYA tetap bersyukur
_____________________________
MataPencil; Ternate 061216

Senin, 05 Desember 2016

DATANGLAH KERUMAHKU

DATANGLAH KE RUMAHKU
======================

Pada tiap-tiap waktu telah kutetapkan
Lima kali sehari aku memanggilmu
Suara menggema memecah langit
Telah kuperdengarkan kepadamu tuan

Datang dan sempurnakan langkahmu
Sebab pada hitungan itu adalah derajat
Sebab pada hitungan itu adalah pahala
Sebab pada hitungan itu adalah kebaikan

Bila engkau dekat sesungguhnya aku dekat
Sangat dekat dengan urat nadimu
Dirumahku kau bersimpuh dihadapanku
Mersakan kedamaian hati yang tulus

Ketika takbir
Ketika ruku
Ketika sujud
Ketika duduk hingga akhir salam

Doa doamu menembus lapis langit
Perasaan bathin begitu damai
Maka datanglah ke rumahku
Memohonla dengan kerendahan

Diwaktu waktu yang telah ku tetapkan
Wadduha ketika pagi
Walfajri ketika fajar
Wallail ketika malam

Tanazzalul malaikatu warruh

Mata Pencil ;Ternate 051216

HATIKU UNTUK PEREMPUAN MELAYU

HATIKU UNTUK PEREMPUAN MELAYU
===============================

Perempuan melayu
Kalungkan aku semilir rindu
pada batas rayu tak terbatas rindu
Pada puisi puisimu

Aku  hanyut diselat hatimu
Menyelam sepanjang rongga
Menepi di buaian kalbu
Tumpahkan rinduku padamu

Dikau perempuan melayu
Senandung puisimu meluruh
Memanggilku diruas ruas hujan
Menggugurkan semua kenangan

Sungguh aku sangat kepayang
Pada kenang kau tahu itu bukan
Tuangkan aku secangkir madu
Menghapuskan duka duka bahagia

Disemenanjung jumpa kita
Berkata kau sedang menunggu
Kedatanganku pada semua musim
Desember pun tiba mengakhiri semua

Bukankah ini desember yang basah
Kupenuhi janji setia kita berdua
Ini bukan lagi kabar kata
Tataplah mataku ini nyata

Bahwa ini benar aku datang
Bukan untuk pulang
Ini aku berjuang
Sampai diselat hatimu yaang

Tuntunla aku ke tuan
Ingin aku ucapkan
Pinangan yang kita inginkan
Sembari menyematkan sepenggal puisiku

Pada rongga rongga dinding kalbumu
Menyempurnakan bait bait puisi kita
Sampai akhir waktuku
Aku mati dipenggal puisi rumah kita

Mata Pencil 051216

Jumat, 02 Desember 2016

PADAMU ISTRI DAN ANAKKU

PADAMU ISTRI DAN ANAKKU
========================
;Untukku

Bukan hitam atau putihnya mata
Bukan pula bening atau coklatnya
Dekat atau jauhnya Memandang
Tetaplah sosok istri yang kupandang

Mengendalikan pandangan itu baik
Mendengarkan nasehat itu bijak
Mengucapkan terima kasih pada istri
Itu lebih baik dan sangat berarti

Bukankah itu bentuk perhatian sesamamu
Sepasang mata yang memaknai diantaramu
Ketika bahagia, ketika sedih, ketika memadu
Tak boleh berpaling teruslah menjadi dirimu

Bersama istrimu juga anak-anakmu
Tunjukkan kasih sayangmu
Pada semua musim yang kau lalui
Bercerita tentang warna warni

Pada setiap musim luka-luka bahagia
Seringkali mengulang kembali
Ucapan kata-kata I love you
Seperti dulu masa-masa  pacaran

Bukankah istri adalah wanita hidupmu
Begitu sabar mengurusi dirimu
Juga anak-anakmu
Diala makmum dikeluarga kecilmu

Menyempurnakan ketidak sempurnaanmu
Jangan sekali kali membuatnya menangis
Apalagi sampai marah, bukankah itu egois
Tetaplah jadi sosok suami yang patu

Ketika engkau dicibiri suami takut istri
Tetaplah tersenyum tak perlu malu
Mereka hanya belum mengerti
Bahwa istrimu sangat merindu

Ketika memanggilmu pulang kerumah
Disaat malammu kau habiskan diluar sana
Sejatinya kemerdekaanmu adalah Kemerdekaannya pula

Maka berbagilah waktumu
Sebab esok hari
Merekalah yang kau candai
Merekah yang kau cintai

Sungguh merekalah bahagiamu
Sungguh merekalah semangatmu
Sungguh merekalah hidupmu
Dunia akhiratmu
----------------------------
Matapencil 031216

Selasa, 29 November 2016

MENANAM RINDU PADA KEPULANGAN

MENANAM RINDU PADA KEPULANGAN
================================

Aku dan sebua keinginan
Malam ini kembali tak bertuan
Pada kepergian
Tersulam kembali angan

Dalam kenangan
Cerita telah berentetan
Semisal tima panas berserakan
Jatuh bising ditelingah mengemaskan

Pada kepergian
Kabar kata masih sama
Acap kali mengabari angin
Berbisik tentang "Diana"

Menanam rindu pada kepulanganmu
Serasa seabad lamanya merindukanmu
Kabar kata; kata bahagiamu
Mengakar di hidupku

Sebab rindu telah kutanam
Pada diri yang satu
Dihidup kita
Yang demikian ikhlas

Duhai rindu yang kutanam
Bersemayam subur nan menyatu
Di tahta surgan-NYA
Sebab sabanhari harus; Tau...!!

Pada perjalanan hidup kita
Adalah Pertanggungjawaban
Pada diri yang sesungguh-NYA

Mata Pencil 281116

Senin, 21 November 2016

RINDUKU PADA DIANA

Sekian lama kita berbagi rasa
Entah kapan kau menuangkannya
Dekapan rindu ini kian hari terasa
Dimanakah dirimu sayang

Kabar kata engkau telah berpindah rumah
Meninggalkan jejak langkah
Menemukan cinta yang sejatimu
Benarkah kabar kata itu

Pagi ini embun menjernihkan  ingatanku
Teringat masa lalu begitu sempurna
Tentang kita
Tentang semua cerita indah kala itu

Mengingatmu itu bahagiaku
Mencintaimu wajib bagiku
Karena engkau manifesta kecintaan
Membentuk kemolekan untuk keindahan

Melupakanmu tak mungkinlah
Apalagi mencampakkan dirimu
Karena aku dan engkau DIANA kekasihku
Adalah makhluk terindah

Yang sejatinya saling mengasihi sesama
Ketika bahagia
Ketika luka
Ketika ada dan tiada

Sepergimu dirumah idaman
Aku menaburi dinginnya embun di taman
Berharap kesejukan cinta tetap nyaman
Dihatimu mengalirkan 1000 kenangan

Dari langit Ternate ku ucapkan padamu
"I LOVE YOU DIANA KU"

Mata Pencil, 201116

Jumat, 11 November 2016

TERBARING PADA SENYUMAN TERAKHIRMU

Setelah kepergianmu
Tak ada lagi canda tawa yang birahi
Lepas semua kenangan darimu
Diana yang kukasihi

Tentang kabar kata hitam putih
Ini kembali pada senyummu
Namun bukan pada biasanya; agak pedih
Yang datang mengoyak isi perutku

Dia pengabar yang jelas berkata
Pada senyummu dipembaringan
Pikiranku kacau tak bisa berkata-kata
Sedang kau melepas senyuman

Memang ini tak mudah bagi manusia
Hanya tuk makhluk pihanNya
Semata mengabdi pada hidupNya
Mendapatkan senyum tak bernyawa

Suatu pembaringan yang indah bukan?
Lalu apa arti semua dibalik senyummu?
Arah kepulangan dengan jalanNya
Memang benar seperti janjiNya

Kebaikan berbuah amalan
Telah kau peluk sebagai senyuman
Sebagai hadia terindah dari Tuhan
Untukmu Diana tak kulupakan

MataPencil; Ternate 120117




Minggu, 06 November 2016

SENYUM LELAKI DARI TIMUR

Senyumku membalut tubuhmu
Pada wajah kota kenangan kian bisu
Luka luka bahagia telah terpasung
Tersembunyi pada dalamnya palung

Senyumku memecah bak gemuruh ombak
Menepi dilubuk hatimu basah serempak
Memalingkan perhatianmu nampak
Dikala angin barat datang berbisik

Lelaki dari timur datang mengabari nona"
Aku memulangkan senyum yang kau tanya
Dimana senyummu yang dulu sayang
Ketika awal kita jatuh cinta kian kepayang

Senyum lelaki dari timur itu yang kau namai
Menyengat sebalur tubuhmu kian mengasihi
Semisal matahari memekarkan bunganya
Pada pagi hari hingga selamanya

Senyum lelaki dari timur
Menguatkan kebahagian
Menyatukan hati
Untuk kita "Cinta yang abadi"

Mata Pencil 071116

Rabu, 02 November 2016

AKU PADA BILANGAN 30 OKTOBER

AKU PADA BILANGAN 30 OKTOBER
=============================

Terucap doa-doa sang sahabat
Semilir rindu juga sayang menghampiri
Menguatkan rasa memuncak kian hebat
Ternyata kekuatan doa sangat berarti

Padamu sahabat apala arti hidup ini
Jika kita tak saling berbagi
Padamu famili apala arti keluarga ini
Jika kita tak saling mengasihi

Ini hari sungguh istimewa bagiku
Menundukkan bathin bersambut jiwaku
Hadir kembali merawat peraduan kita
Bersemi pada setiap musim bersama kita

Aku pada bilangan 30 oktober bersamamu
Mengulas kembali bangunan rumah ini
Seperti membilas pekatan hitam hati
Yang menempel pada dinding bilik kamarmu

Duhai jiwa sukmaku pada ucapan doamu
Membuatku semakin hadap diri
Bahkan melihat diri ini yang semakin membisu
Tak lagi ambigu tetapi berharap kian menari

Menuntaskan sepi tak lagi mengidung sunyi
Membulatkan kasih dan sayangku seperti
Bentukan bilangan 30 oktober yang kian berseri
Genapkan segala rasa dan jiwa terangi mimpi

Padamu duhai istriku dan anak-anakku
Marilah kita ramaikan rumah kita
Dengan cinta yang nyata
Dengan kekuatan doa membungkus pusaraku

Sulfiudi, 301016

PEREMPUAN DARI TITIK NOL

PEREMPUAN DARI TITIK NOL
========================

Sungguh aku menulis luka dan bahagia
Pada perjalanan cinta kita selalu bersama
Sejak awal kau tunjukkan pengabdian cinta
Menari diatas luka-luka rumah tangga kita

Sayang" kini usia perak kita baru saja tiba
Berdampingan pada ruang - ruang yang bising
Hingga melewatinya begitu sulit, kau tetap riang
Sesekali aku menertawaimu, kau tetap tabah

Terkadang aku menatapimu ketika tertidur lelap
Sedang aku menyembunyikan kegelisahanku
Disaat seduh sedan naluri keibuanmu tak lelap
Bahkan kau hadir sebagai penyejuk hatiku

Sayang" menjadi ibu dan istri itu tak mudah
Kutau itu, hingga kau pantas kunamai dirimu
"Perempuan dari titik nol" itu hebat bukan"
Kasih sayangmu sungguh kau tunjukkan

Sejak kusadari kau perempuan hebat" telah banyak suka duka yang tak pantas kau terima
Sungguh aku suami dan ayah yang lemah
Disepanjang waktu menuju usia emas kita

Kupinta" takkan lagi kusia siakan denganmu
Dengan buah hati kita ku letakkan bahagia itu
Sebagai suami dan ayah yang hadap diri
Mampu memerdekakan waktu pada keluarga ini

Sungguh kau adalah perempuan dari titik nol"
Membulatkan hati untukku dan anak-anak kita
Hingga pada bilangan akhir kutakkan sia -sia kan lagi hidup bersamamu hingga akhir waktu

Tualah bersamaku sayang"
Hingga anak- anak pun tau
Bahwa kita tetap bahagia
Dihati kita berdua

KEMBALIKAN PESONA KERUDUNG PUTIH


=================================

Ketika derajatmu tiga tingkat pada lelaki
Kenapa harus tidur di selokan kota
Menemani tangisan memundi lembaran seri
Pada siang hari mengeja hafalan bersama

Para santri mendulang kalam ilahi
Melingkar menghiasi kitab suci
Menggema memuja dan memuji
Pada asma-NYA tiada henti

Pesona kerudung putih wajahmu berseri
Tampak cahaya putih menghiasi diri
Ketika siang berganti malam nanti
Engkau seperti lupa diri

Bahwa balutan kerudungmu sebatas khiasan
Melengkapi cara dan gayamu berpenampilan
Bukankah kau pengajar para santri santriawan
Sungguh derajatmu tak kau hiraukan

Duhai pesona kerudung putih pahamila
Cahayamu adalah ilmu
Derajatmu adalah amalan
Sedang jiwamu adalah jatidiri

Tidakkah kau sadari bahwa
Jiwamu sedang diuji oleh Allah, Tuhanmu
Derajatmu akan runtuh pada kecaman
Dan cahayamu akan senyap mengerami diri

Duhai pesona kerudung putih
"kembalilah
Pada jalan pulangmu
Bukan pada jalan-jalan selokan kota

Pada cahayamu
Bukan pada sinar binar lampu kota
Pada ilmu yang menjadi amal ibadah
Pada pesona kerudung putih bertahta syari'i

"Karena sesungguhnya sebaik baik wanita
Adalah wanita sholehah"

Mata Pencil: 021116

Senin, 24 Oktober 2016

CINTA KEPADA SANG NUKU

CINTA KEPADA  SANG NUKU
=======================

Pada jejak perjuanganmu
Membakar spirit anak negeri ini
Membumikan cinta moluku kie raha
Pada seantero penghuni tanah leluhur

Cinta kepada sang Nuku
Adalah aromah jati diri
Kami bangga
Kami berbaur

Tetapi kami bersatu
Mengenang jasamu
Menyatukan kami dalam satu hati
Berkarya atas negeri ini

Cinta kepada sang Nuku
Adalah memupuk nilai nilai juang
Mencintai peradaban
Mempertahankan moral

Cinta kepada sang Nuku
Mengikis perbedaan
Bahwa kita adalah Nuku dan
Nuku adalah kita

Beta pulang
Mengobarkan juang
Dari leluhur untuk generasi
Berkarya untuk negeri moluku kie raha

Sulfiudi 241016

Sabtu, 22 Oktober 2016

MALAM MINGGU KETIBAN BULAN

MALAM MINGGU KETIBAN BULAN
============================

Malam minggu ini masih dibulan oktober dan  ini mlam aku seperti ketiban bulan tak kuduga tak kusangka padahal dilangit Ternate bulan pun tak tampak di plasma langit

Ada apa gerangan? " apa karena bulan ditimpa hujan ataukah bulan tepenjarakan oleh dulangan hujan dan  penghuni langit "hehehe ataukah bulan juga tau bercanda semisal lelaki yang cinta tapi pura-pura

Oh bulan " katakan sejujurnya tak perlu malu tak perlu ragu untuk memberikan sinarmu pada malam yang panjang, jangan lagi mengurai yang tak mesti diuraikan

Tidak kah kau tau bahwa penduduk bumi menatikan sinarmu bahkan meminta keluar dari peraduanmu karena pancaran cahayamu melengkapi senyuman penghuni bumi ini

MataPensil 221016

Selasa, 18 Oktober 2016

IJINKAN AKU TETAP MENCINTAIMU

IJINKAN AKU  TETAP MENCINTAIMU
==============================

Ketika  menuliskan ini aku tak tau apakah ini kesedihan atau kebahagiaan, pada sekian kali selalu teringat bahwa waktu semakin dekat menyekap dirimu tuk menjemput kekasihmu yang sesengguhnya hati belum menerima tetapi kenyataannya langit dan bumi telah merestui kalian

Ketidaksempurnaan manusia dengan kesempurnaannya memiliki pasangan hidup yang sejatinya telah ditentukan dan sering kau namai sebagai pasangan kekasih

Bersama menjalaninya lalu turucap doa dan restu oleh famili sahabat juga handai tolan, dari mereka semakin menyempurnakan kebahagian kalian

Lalu masihkah ada ruang yang terselip rindu juga kasih sayang pada belahan dadamu"

"pintahku ijinkan aku tetap mencintaimu"

Sebab sabanhari aku tau kamu bukan milikku lagi dan aku juga yakin bahwa ini terjadi karena kamu tak sanggup melogikakan restu langit dan bumi yang datang menyingkap didaun jendelah kamar rumahmu

Sayang" bila esok hari itu demikian terang menyinari cahaya kebaikan, maka harapanku kau tetap nona yang aku kenal seperti hari ini

Tetap tersenyum manis, tetap ceriah, tetap tampil dengan gayamu yang sederhana agar hari harimu menyenangkan melewatinya bersama dengan lelaki yang dititipkan langit dan bumi pada bilangan  november tahun ini

Sekali lagi "ijinkan aku tetap mencintaimu"
I LOVE U

MataPensil 191016

Rabu, 12 Oktober 2016

KUPENGGAL BAHAGIAMU

KUPENGGAL BAHAGIAMU
=====================

Barangkali ini yang kesekian kali
Ketika saat bahagiamu tiba nanti
Penantian ini tak berhenti disini
Walaupun aku turut ucap bahagia

Beberapa pertanyaan telah kau beri
Pada suasana hati perih juga meriang"
Apakah bahagiamu telah kupenggal" janji
Tahan sakitmu sayang"

Akan ada hari hari indah
Sebentar lagi tiba
Kupenggal bahagiamu tuk siapa
Kau tau" itu untuk kita semua

Dek' aku percaya
Ini bukan hanya semilir rindu
Tetapi kenyataannya begitu
Apakah aku juga kau tak berdaya"

Ataukah kita harus abaikan itu semua
Lalu kita salahkan jalannya waktu
Tentu tidak, tapi ini sangat gila
Sungguh aku sangat mencintaimu

Ketika sajak-sajak puisimu bertandang
Serasa mati dipenggal puisimu
Berusaha memahami pesan-pesan manismu
Sungguh aku tak mau dikata pecundang

Ijinkanlah aku
Kupenggal bahagiamu
Karena kamu
Aku hanya bisa berharap 1000 kecupanmu

MataPensil 111016

Sabtu, 08 Oktober 2016

SELEMBAR SURAT UNTUK ADINDA

SELEMBAR SURAT UNTUK ADINDA
============================
Catatan ke 20 (duapuluh) kurelakan

Kelak nanti yang diingat adalah kebaikanmu maka senantiasa berbuat baik disetiap ruang dan waktumu, semampumu saja dek" lalu ikhtiar disetiap keputusan memang selalu ada risikonya hanya saja kita harus tau dan paham bahwa pada setiap risiko adakalanya kita harus abaikan dan memperhitungkan dengan matang

Dek " pada persoalan kali ini ada hal yang tidak mesti dibahas karena itu buat kamu tak fokus pada hal utama semisal kau harus menyelesaikan beberapa tulisan tulisan yang belum rampung karena waktu semakin berlalu disetiap waktu caramu harus bersamaan dengan waktu dan pada tiap masalah pula akan berlalu ditelan oleh waktu

Dek" bukan kah kau pernah bilang manusia itu unik karena sifatnya tak sama " namun ketidaksabaran itu memacu semangatmu tuk slalu tau dan mau berproses karena kita pernah saling mengingatkan bahwa" sesungguhnya proses dan prestasi itu belajar"

Belajar memahami keunikan itu hingga mampu beradaptasi dengan baik bila tidak kita akan tergilas dengan waktu atau menjadi bagian dari masalah itu sendiri.

Dek" memang waktu semakin dekat dan tak perlu cemas tak perlu risau tak perlu diam dalam kebingungan sejatinya kau harus taat dengan tiap tiap ketetapan itu bila itu baik untuk mu kita dan mereka, tetap tersenyum dengan itu semua

" kebajikan selalu berbuah manis semoga disepanjang hidupmu senantiasa berpelukan dengan kebahagiaan"

Dan satu lagi " kita akan selalu mengingat apa yang telah kita buat " aku bahagia dengan semua itu tak perlu ragu dek" sambutlah dia pada bilangan penanggalan yang telah ditetapkan, in sha Allah keberkahan hidup senantiasa menjadi milikmu dek

MataPensil-081016

Senin, 03 Oktober 2016

JELAJAH MATAPENCIL

JELAJA MATAPENCIL
==================
catatan ke 18 (delapanbelas)

Bukan tumpulnya atau tajamnya MataPensil ketika menuliskan sesuatu tentang rindu, cinta bahkan suka duka pada sifat yang dirasakan oleh manusia dalam hidup dan kehidupannya

Adalah sebuah goresan kecil diujungnya menuliskan kebaikan dan pangkalnya menghapus keburukan berkalimat konotasi yang sejatinya menguraikan pesan dialektika seni pada kehidupan kita

MataPensil diartikan sebagai "mengalirkan kata pengagungan cinta literasi" makna kata yang tak seberapa nilainya tetapi bagiku adalah ekspresi jiwa cinta akan literasi pada proses belajar akan pentingnya menuliskan peristiwa -peristiwa kecil yang kita alami setiap hari bisa kita abadikan

Saya menuliskan ini sebagai bentuk respon diri agar tetap belajar pada ruang ruang dimana kita harus tetap belajar menghargai diri dan alam sekitar kita. Boleh dikatakan mengasah potensi fikir agar tetap mau belajar dan terus belajar tristimewa pada diri sendiri

Singkat kata mari kita belajar tuk memaknai sebua proses dalam bingkai iman ilmu dan amal tuk semata karena pengabdian cinta kepada Allah Tuhan semesta dengan potensi yang kita miliki.

Yakin Usaha Sampai

Suldiudi Hasan - Ternate 031016

Jumat, 30 September 2016

MEMULANGKAN RINDU

Tentang hujan yang sering kau ceritakan padaku di bulan-bulan hangat. Aku memilih tahun ganjilku sendiri, Ar.
Sebab memang mesti begitu seharusnya menjadi perempuan, tahan uji dan setia pada satu rindu meski jarak lebih munafik dari kesakitan yang datang awal-awal.

Kau mempercayai mimpi? Ia semisal suka-cita yang dibangun pada ketinggian awan, terbang lepas ke dadamu sebagai harapan  berwarna putih. Lalu, dengan rela, catlah rupanya bersama degup yang biru.
Kelak, Ar. Ia akan lahir lebih cerlang dari mata pagi, lebih sayu dari wajah bulan, dan memelukmu penuh kerinduan.

Jangan menyangkal. Sememangnya harapan itu tidak untuk ditiadakan, dan itu pernah kau sepakati bukan?
Begitu, aku menggemari sebuah lena itu lahir dari jantungku, ia seperti mabuk yang kureguk dari wangi nafasmu, semisal rela tenggelam di dasar dada meski tak peduli jika nyeri kudapati pada akhirnya. Lalu, pulang dengan duka semerah dendam yang lalu-lalu.

Ar, sekiranya tumbang itu datang sebagai pembangkang, aku tak menyesalinya. Tersebab memang seperti itulah cinta dengan segala rahasia yang mesti dikuak oleh pelakunya. Dan sewajar sadar aku datang padamu, memulangkan rindu ini sedikit terburu-buru. Sebelum pekat menyumbat jalan kembali dan aku lumat dari matamu yang api, kekasih.

Kiara Vie
30 september 2016.

Jumat, 23 September 2016

GADIS HALMAHERA SEKSI TUBUHMU

Gadis  Halmahera berdarah portugis
Hitam rambutmu biru matamu
Merah bibirmu putih kulitmu
Ketika bersolek mematikan lawan jenis

Seksi tubuhmu itu kamu
Duhai gadis Halmahera
Bulat matamu lesung pipimu
Memang milikmu sungguh ku puja

Ketika senyum lidahku mengulum
Ketika menari buluhku berdiri
Tidakkah kau mengerti ini mata lelaki
Melihatmu terlukis keindahan lakum

Seksi tubuhmu itu kamu
Gadis Halmahera mematikan pujangga
Berkelana rasa kian menggunda
Dilekuk tubuh teluk Halmahera

MataPensil-0916

Kamis, 22 September 2016

TENTANG DIRIMU


==================

Malam ini semua tentang dirimu begitu diam sejak dua hari, inikah cara melupakan manisnya hidupmu hingga rela tak satu kalimatpun kau teriakkan diatas langit terñate padahal bintang masih terang menerangi langkahmu dimana kau berpijak

Tentang dirimu ceria seketika bisu seperti bulan tak mau dicandai bintang padahal saling menerangi diwaktu yang sama saling setia hingga menghadirkan bilangan bumi

Tentang dirimu langit Ternate gelap meluap sampai pada ruang kamarku, menunggu ucap
darimu " pa kabar sob" itupun tak lagi terucap

Memang aku tau kita sama - sama menghitung bilangan itu pada penanggalan bulan sebentar
lagi tiba hari yang kita hitung, semua akan mengalungkan 1000 senyuman tuk dikau juga dia merayakan kebahagian

Lalu...bersamanya kau bahagia..?
Harapku kau bahagia bak laksana raja dan ratu
Menyatu melukis kerajaan cinta bermahkota  menepi dipelaminan ratu bergaun sutra hingga menembus peraduan surga.

In sha Allah

MataPensil - Ternate 220916

Sabtu, 06 Agustus 2016

**Perahu yang terlupakan**

Fajar pagi bersambut menguliti kaki langit pada diamnya laut, menanti perahu kertas yang siap berlomba lomba pada kerumunan kumpulan lumba-lumba bernosnostalgia

Tatapan dan gurauan nelayan Halmahera tak mengalihkan pandangnya disetiap loncatan, bak tarian yang dipertontonkan oleh lumba-lumba pada batas penglihatan

Seruh dan mengasiķkan "tak sadar terucap kata "ini dilaut halmahera"

"Perahu nelayan "

Tipis tak tahan bila riuh ombak bersorak  Diam tak kuasa begitulah jati dirinya Dimanipulasikan tuk menafikan
Yang mestinya menafkahkan .

#mataPencil#  Ternate 070816

Kamis, 04 Agustus 2016

**Harmoni halmahera**

Pantai berbisik pada terumbu karang
Pasir merayap pada gunung meninggi
Pada Teluk yang menikung diamnya laut

Harmoni oh harmoni "Halmahera"

Laaataah.......
hanya bisa kupandang
Warna warni kehidupan
pada sayupnya Kelopak mata berbinar sejuk terasaa menetap pada buaian manja" alam kita Halmahera"

@ Sul Vee. 040816 #mataPencil#