Sabtu, 25 Februari 2017

DUA CANGKIR KOPI


================
Saat rindu sang penyair
Kebahagian itu dirasakan
Mengapung diantara dua cangkir
Menyuguhkan menu sastra Tuhan Hudan

Rasanya singkat tapi berkesan
Menikmati isi cangkir kopi ala Tuan
Sedikit banyaknya garam telah kumakan
Semisal suntikan riboflavin dan thiamin

Mengaliri kapiler-kapiler seluruh tubuh
Melewati flagela kian menari-nari menutrisi
Dengan ritme sistolik diastolik kian lirih
Menaiki ruang hipotalamus tak terhenti

Dua cangkir kopi sangat berarti
Siang itu mataku tertuju
Pada olahan kata-kata syarat makna
Mengajariku dengan sahaja

Teruslah menatap kelangit
Bersujudlah kebumi
Nikmati hitam manisnya kopi
Dengan sepasang cangkir yang bersahabat

Mata Pencil ; Ternate 240217

Tidak ada komentar:

Posting Komentar