Jumat, 29 Desember 2017

PEREMPUAN BERMATA BIRU


Di central Halmahera dirimu
Lantang mengatakan cinta
Tidakkah kau tahu cinta itu buta
Tak seperti bening dimata birumu

Pada lelaki timur Halmahera
Membuatnya terpana
Pada setiap pandangan
Menggelikan rasa-rasa senyuman

Kau melepas bunga genggaman
Ditanganmu yang lembut gemulai
Semisal helaian kapas nian lembut
Terhempas angin alihkan pandangan

Pada matamu nian membiru
Membisukan harapanku
Tersebab engkau bukan milikku
Sepantasnya cukup dengan satu

Bahwa kau semestinya dituntun
Pada sikap cinta lelaki yang santun
Bukan pada mata lelaki yang sok mengayun
Melirik; mengulum langit menembus ubun

Karena engkau perempuan santun
Pada kecantikanmu adalah masa depanmu
Pada kemolekan dirimu adalah keindahan
Hingga kau tau begitu jelita mata indahmu

Duhai perempuan bermata biru
Bungkuslah lekukan birahimu
Dengan sikap dan budi bahasamu
Sebab milikmu adalah ketetapanNya

Mata Pencil; Halmahera 291216

Selasa, 26 Desember 2017

CINTAKU


Tangisan rindu akhir desember/ laksana bulan telah sempurna/ melukis dirinya pada langit/ begitu polos/ sepolos sifat dan katakatamu/

Katamu/ kita adalah sepasang rindu/ janjimu/ kita akan bertemu pada titik rindu/ lalu menebas sepi/ merangkul bahagia hati/ dan sejujurnya kita tetap saling mencintai bukan?/

Kau tahu !/ ini desember kedua/ seharusnya sudah mampu melipat jarak/ engkau perempuan pilihan/ diseberang rindu/ teruslah bersamku/ hingga bulan menutup/ pada bilangannya/ yang sempurna/ semisal cintaku/ akan sempurna/ bila bertemu pada bilik rindu yang sama/

Halmahera 261217

Mata Pencil

BAHASA KERINDUANKU KEPADA PEREMPUAN PILIHAN


Mengenalmu
Adalah bahasa kerinduanku
Mengingatmu
Adalah bisikan kerinduanku 

Bahagia bersamamu
Adalah puncaknya kerinduanku 
Semisal rindu adalah nyanyian
Maka Serupa bunyi seruling di bukitbukit sana

Semisal rindu adalah air
Ia mengalir begitu teratur, dari bukitbukit sana
Semisal rindu adalah suara burung
Maka terdengar nyaring nan merdu, dari rantingranting pepohonan itu

Semisal rindu adalah amalan
Maka amalan terbaik adalah mengingat kematian
Sangat terasa indah bukan?
Itulah bahasa kerinduanku, padamu

Wahai" perempuan pilihan
Engkau yang kusebut
Perempuan bertubuh puisi
Terhadap dirimu

Aku sangat rindu" dipenggal baitbait puisimu

Halmahera: 271217

Mata Pencil

Senin, 25 Desember 2017

PEREMPUAN PILIHAN


Serasa pecah
Kapilerkapiler pembuluh darah
Bilik jantungku tersayat
Ritme nadinya lebih cepat
Dari biasanya
Ketika ruang hati
Tak lagi memberi
Satu tuangan rasa
Meramba dalam ruang rinduku
Takkan ada lagi
Musimmusim berganti
Ikhtiar
Ikhlas
Sebisaku
Tetap tunduk dan pasrah
Pada keadaan
Yang semakin menyalib rasa ini;
Rasa yang memulangkan
Kebahagiaan
Di ruang rindu yang sebenarnya;
Sebenarnya adalah milikmu;
Milikmu yang ditetapkan olehNya
Duhai perempuan pilihan

Ternate 241217

Mata Pencil

SERIBU CINTA LELAKI TAMPAN

==============

Lelaki berkalung tampan
Menabur seribu cinta
Berucap setia
Pada puan

Diujung utara sumatra
Menyemai benihbenih cinta
Tanpa lelah, sematamata
Ia merawat luka bahagia

Datang menawarkan
Air mata dewa
Menuangkan tetesantetesan
Dikalah kekeringan melanda

Pada ruangruang kegelisahan
Menepis badai
Menebas kesepian
Saat puan dihadang sunyi sepi

Kehadirannya
Bagaikan hujan dimusim kemarau
Sungguh puan tak menduga
Lelaki tampan itu

Berhati mulia
Tanpa melihat siapa diri saya
Oh, Tuhan..
Apakah doaku telah Engkau kabulkan

Saatsaat kaki dan tanganku
Terlipat, karena masa laluku
Kupasrahkan hati ini
Terbuka kembali

Aku yakin bahwa
Kedatangannya
Adalah hadia terindah
Atas petunjukMu, ya Allah

Ternate, 251217

Mata Pencil

Minggu, 24 Desember 2017

KEARIFAN CINTA


Bilikbilik rindu
Perempuan pilihan
Jangan ragukan
Cintaku
Pergi
Untuk kembali
Menemukanmu
Pada titik rinduku
Merangkul dikau
Bersamaku
Merendam rasa
Pada satu bilik cinta
Memuja
Cinta yang bersahaja
Pada kearifan puncakNya

Halmahera 241217

Mata Pencil

Rabu, 20 Desember 2017

SATU PUISI MALAM TENTANG KITA


Kutuliskan satu puisi malam
Pada lelahku yang terbaring
Dikau disebrang
Menemani tidurmu yang adem

Kutuliskan satu puisi malam
Untuk rinduku yang terpendam
Melarutkan rasa yang terdalam
Sedalam rindumu yang tak pernah padam

Kutuliskan satu puisi malam
Menghapuskan kenangan masamasa suram
Puisi itu perlahan kubacakan
Berharap sampai ditelinga kanan

Kutuliskan satu puisi malam
Menegaskan diriku
Bahwa kita bisa menebas kesunyian itu
Sembari melipat jarak kita

Satu puisi malam
Tentang kita
Yang masih terus
Merawat luka bahagia

Halmahera 211217

Mata Pencil

OH IBU

OH IBU

Serupa kilaunya
Mutiara dalam cangkangnya
Semisal itu,senyummu hari ini
Meleburkan segala kepenatan sepi

Ketika seharian
Kaki ini berjalan
Menapaki bukitbukit Halmahera
Sesampai dirumah desa

Melihat dikau yang kusayangi
Meneteskan air mata
Telah kudatangi
Mengantarkan rindu ibunda

Sambutmu bercerita
Kepada pagi yang pernah terlukis
Dan senja yang sudah  tiada
Tak kuasa jua menahan tangis

Oh ibu
Senyummu hari ini
Melumat sepi sepanjang hidupku
Mewarnai tangisan bahagia, kini

Aku mengerti bahwa
Kasih sayangmu selalu nyata
Tak kuasa membalasnya
Diusiamu yang makin senja

Kilauan dan keindahan senyummu
Tak pernah berubah
Ijinkan nanda bersujud dikakimu
Sebagai pembuka raudatul jannah

Tersebab ibu adalah malaikatku
Mendidik dan merawatku
Pada sepanjang usia hidupku
Tak pernah lelah mendoakanku

Oh ibu

Halmahera 021217
Mata Pencil

Selasa, 19 Desember 2017

SATU KECUP KERINDUAN


Lepas kepenatan
Menyurup kopi buatanmu
Sembari menulis satu catatan
Tentang rinduku dan rindumu

Katamu;
Bila mengingatku
Lepaskan satu senyum saja
Sebagai tanda

Rindu kita selalu ada
Dan aku disini
Melakukan hal yang serupa
Melukis senyummu dihati ini

Inilah cara kita
Sekian lama berbagi rasa
Kerinduan yang terdalam
Sedalam rindu yang tak pernah padam

Disini aku selalu menantimu
Bila bertemu
Telah kusiapkan
Satu kecup kerinduan

Pada kening matamu
Sebab matamu adalah jawaban
Atas segala rasa penantianku
Juga seribu pelukan

Yang telah larut dalam kemesraan
Cinta kita
Dan kerinduan
Atas hakikatNya

Halmahera 201217

Mata Pencil

Sabtu, 16 Desember 2017

CATATAN HATI


Jelang tidur
Sedikit mengulur
Waktu
Sebab engkau

Masih menikmati malam;
Malam minggu
Yang memanjakan
Kenangan

Tentang jejakjejak
Cita dan cinta kita
Melewati luka bahagia
Katamu, jangan pernah beranjak

Dari pandanganku
Semua ingatan telah kuceritakan
Dalam hatiku
Sebagai catatan hati yang tak terlupakan

Ketika berjalan
Ikutlah bersamaan dengan waktu
Sebab dengan begitu
Kita semakin kuat menjalin

Hubungan ini
Tanpa harus mengotori
Tiaptiap Lembarannya
Sampai menutup usia

Halmahera 161217
Mata Pencil

Kamis, 14 Desember 2017

MASIH TENTANG KITA


Serasa ingin membujuk malammalam sepi/ketika purnama tak lagi menepi/ diantara pepohonan yang rimbun/ sembari membaca beberapa kenangan/

Kenangan yang mengajari/ tentang kebijaksanaan hati/ hingga saat ini/ menjadi catatan terindah bersamamu/

Serasa bersemi kembali/ pada perjalanan desember tahun ini/ telah kita lewati/ dengan suasana cinta yang mengerami/ benihbenih kehidupanmu/

Masih tentang kita/ selalu tentang cinta/ yang membumi pada jiwa kita/ hingga kelak pèjalanan ini/ menjadi cerita terindah buat anakanak/ bahwa kita selalu bersama/ berbalut bahagia yang nyata/

Ternate 10/12/17
Mata Pencil

RANTING RANTING KERING


/Kepada rantingranting yang kering/dan dahandahan yang mulai lapuk/ senyumila akarakar yang kelaparan/ sungguh ia mencari kesuburan Tanah/ mengusir ulatulat basah yang disirami air garam/bergegasla

/Bila rantingranting kau biarkan kering/bagaimana bisa akan tumbuh tunas/sedang dedaunan berpucuk bunga itu/menjadikan kumbang dan sekelompok burung harus berkicau merdu/

/Jangan menjadi capungcapung yang kelaparan/melibas putik sepanjang musim/ sedang alam pun butuh keseimbangan hidup/
Menarila pada jarak yang pasti/ serupa bulan dimalam hari/ dan matahari disiang hari/ bukankah itu kepastian yang menjadi ketetapan-Nya/

HALMAHERA 021217
Mata Pencil

PEREMPUAN BERKALUNG RASA

PEREMPUAN BERKALUNG RASA

Dua nama dalam satu tubuh/pada perempuan pilihan itu/ketika deraiderai cinta/  memulangkan rasa/ kesepian yang panjang/ dan berlomba-lomba meneguk sepi yang tertuang/dalam benaknya/

Menertawakan luka/ membujuknya/ lalu menyalib suka cita/ menari kian berlari/ pada pengharapan penuh dusta/sejatinya mereka/ lebih baik berterus terang bukan?/

Semisal semut/ berburu gula dalam karung/ tertutup rapih/ tetapi mau saja menepi/ kelak mereka akan mengetahui/ pilihan itu akan jatuh/ pada sebidang dada yang sama/

Untuk dua nama/ mengejar satu nama/ seperti cerita roman picisan/ merasakan kedekatan/pada dia yang jauh/ sebisanya tertib pada perasaan semata/ untuk perempuan berkalung rasa/

Ternate 131217
Mata Pencil

SUNGGUH AKU RINDU

SUNGGUH AKU RINDU

Sungguh aku rindu
Ketika kehangatan
Memadukan hujan
Dengan rasaku

Sungguh aku rindu
Pada sentuhan jemarimu
Sembari menatapku
Perlahan mengecup keningku

Sungguh aku rindu
Perhatianmu
Ketika terbaring sakit
Katamu harus bangkit

Sungguh aku rindu
Caramu mengajakku tersenyum
Dengan membacakan sajaksajak rindu
Membuatku kagum

Sungguh aku rindu
Bersamamu
Aku bahagia
Pada kehangatan cinta kita

Sungguh aku rindu;
Rinduku pada perempuan pilihan
Sebab cintamu
Menghapus segala rasa kesedihan

Ternate 141217
Mata Pencil

Rabu, 29 November 2017

RUANG KOSONG

Ruang kosong
Di kelaskelas itu
Hanya meja dan bangku
Diamdiam membangkang

Ruang kosong
Guruguru membisu
Bagaikan patung
Tak bergerak maju

Ruang kosong
Menegur penghuni gedung
Untuk keadilan yang tak adil
Dalam pikirannya yang semakin kerdil

Ruang kosong
Terbalut rasa yang hening
Menyalib keramaian
Dikala anakanak sedang bermain

Ruang kosong itu
Menghapus harapan
Yang semestinya mampu
Merawat peradaban

November 2017
Mata Pencil

Sabtu, 25 November 2017

SEBAIT PUISI AKHIR NOVEMBER

Telah kutuliskan satu puisi diakhir november, senja itu makin terlihat indah, bergerak sesuai perjalanannya, bersamamu, satu kalimatpun tak kau keluh, disaat luka, ataupun bahagia.

Dan baru saja kuterima kabar tentangmu, kabar  hitam yang selayaknya kugenggam, hingga kecerahan fajar dipagi hari, senantiasa menyinari bilik rumah kita.

Pada penggalan bait puisi yang kutuliskan ini, telah kuselipkan di ruang rinduku,  dan rindumu , bila nanti ia akan menjadi, awal cerita  anak-anak kita.

Bahwa orang tua mereka hidup rukun dan bahagia, dengan kesederhanaan menjadi pakaian hidupnya.

Kau tau apa penggalan bait puisiku? " hanyalah kalimat iman, ilmu dan amal". Terpadu pada pengabdian akan cintaNya.

Mata Pencil: 25/11/17

Senin, 20 November 2017

NOVEMBER


Ia memeluk kesan
Membelah kenangan
Meninggalkan jejakjejak
lalu menceritakan pada anakanak

Yang baik dirawat sebagai pelipur
Yang jelek ditanam dalam kubur
Melingkar bilangan demi bilangannya
Sebab disitulah terukir setiap peristiwa

Kenapa harus kulingkar?
Sedang bentuknya takkan beruba
Mengapa harus november?
Sebab bulan kita berjumpa

Pertama kali
Kita menyatukan hati
Membuang sepi
Kepadamu, wahai perempuan bertubuh puisi

Mata Pencil ; 21/11/17

Kamis, 16 November 2017

MEMBUAI CINTA NOVEMBER


======
Jangan terpana asmara
Bilah november semakin ceriah
Pada setiap barisan puisi adalah kita
Membuai cinta november penuh kisah

Kisah kasih sepanjang musim merana
Bahkan membuai penuh manja
Melewatinya bersama
Dengan yakin dan percaya

Ketika kau memilih untuk diam
Aku semakin memahami diammu
Tak lagi ambigu
Tetapi itu caramu merayuku"

Membuai, memeluk dengan dekapmu
Sesekali mencium dikeningku
Seperti 1000 kecupan tentang kita
Dapat kau kalungkan bersama

Selalu bersemi pada hitungan musim
Mendendangkan asmara penuh senyum
Seperti dialog dua dada yang kau kulum
Engkau  perempuan unik pada setiap musim

Hidupmu penuh cinta
Perasanmu selalu ceria
Senyummu selalu mempesona
Tentang kita di november ceria

Mata Pencil' Ternate 171116

Rabu, 15 November 2017

CINTA KITA DI HALMAHERA

Keindahan laut Halmahera
Serupa tubuh gadisnya
Mempesona
Indah dipandang mata

Disini aku terbuai asmara
Dengan gadis belia
Anak kepala desa
Sewaktu remaja

Bermain ombak
Melihat matahari yang begitu perak
Lalu berdua
Bercerita tentang senja

Pada tubuh ombak
Ada isyarat cinta
Berdua
Lalu berteriak pada riak

Gemuruh ombak pantai
Berlari kecil dibibirnya
Sembari berpelukan manja
Lalu menikmati angin sepoi

Oh keindahan Halmahera
Tak pernah aku lupakan
Ditanah kelahiran
Bersamamu aku bercerita

Awal mula memupuk asa
Cinta kita
Dibalut indahnya Halmahera
Aku ingin kembali pulang sayang

Ternate 15/11/17
MataPencil

Senin, 13 November 2017

KEMBANG DI AKAR PELATUK

KEMBANG DI AKAR PELATUK
=======================

Pada sejengkal jemarinya yang lembut
Kumbang membidik kembang
Menarinari bak layanglayang
Seakan mencium wangi menyengat

Pada pusaran putik
Menawarkan madumadu asmara
Mengalir pada belahan dadanya
Menggenangi keindahan bukitnya

Di akar pelatuk
Satu colekan menyentuh jiwaku
Terlihat lebam membiru
Membentuk lingkaran "I LOVE YOU"

Duhai, kembang berseragam biru
Tubuhmu kuat
Sungguh hatimu lembut
Membuat hatiku tak lagi ambigu

Katakan kepadaku
Bagaimana caranya aku;
Sebisa mungkin melipat jarak diantara kita  Agar tubuhku mengakar pada ruang yang sama

Berdiri dihadapanmu
Melihat senyummu
Mengelus lesung pipimu
Membelai hitam rambutmu

Hingga engkau yakini
Bahwa jodoh"
Bukan sekedar dibaca
Tetapi jodoh adalah sepasang cinta

Semisal kembang di akar pelatuk
Kita serupa tanda yang diserukan-Nya
Bersegeralah untuk menikah
Tersebab kita makhluk yang  sempurna

Halmahera ; 141117
Mata Pencil

Jumat, 03 November 2017

MENDEKATLAH RINDUKU

Mendekatlah rinduku
Pada setiap waktu
Kita harus bersujud
Melepaskan keegoan

Mendekatlah rinduku
Pada setiap saat
Kita harus taat
KepadaNya

Mendekatlah rinduku
Bahwa kita harus tahu
Yang kita pakai adalah nikmat
Tuhan sebagai pemberi rahmat

Mendekatlah rinduku
Pada hari-hari yang melelahkan
Engkau adalah jiwa kesetiaan
Yang mengalungkan hidupku

Mendekatlah rinduku
Pada hari-hari yang kusemai
Dalam hidupku
Adalah dikau yang disini

Mendekatlah rinduku;
Rindu yang akan kudekap
Pada kumpulan puisiku
Aku berharap

Agar aku bisa melihatmu
Tersenyum atau menangis
Hingga aku bisa menghapus
Air mata pada lesung pipimu

Halmahera
November 2017
Mata Pencil

Selasa, 10 Oktober 2017

KUPENGGAL BAHAGIAMU


Barangkali ini yang kesekian kali
Ketika saat bahagiamu tiba nanti
Penantian ini tak berhenti disini
Walaupun aku turut ucap bahagia

Beberapa pertanyaan telah kau beri
Pada suasana hati perih juga meriang"
Apakah bahagiamu telah kupenggal" janji
Tahan sakitmu sayang"

Akan ada hari hari indah
Sebentar lagi tiba
Kupenggal bahagiamu tuk siapa
Kau tau" itu untuk kita semua

Dek' aku percaya
Ini bukan hanya semilir rindu
Tetapi kenyataannya begitu
Apakah aku juga kau tak berdaya"

Ataukah kita harus abaikan itu semua
Lalu kita salahkan jalannya waktu
Tentu tidak, tapi ini sangat gila
Sungguh aku sangat mencintaimu

Ketika sajak-sajak puisimu bertandang
Serasa mati dipenggal puisimu
Berusaha memahami pesan-pesan manismu
Sungguh aku tak mau dikata pecundang

Ijinkanlah aku
Kupenggal bahagiamu
Karena kamu
Aku hanya bisa berharap 1000 kecupanmu

MataPensil 111016

Sabtu, 22 April 2017

HUJAN DISINAR PAGI


Apakah ini pagi
Kalau pagi kenapa harus hujan
Lalu apa bedanya siang juga sore
Dan hujan tak kenal semua itu

Nikmati saja hujannya
Juga hariharinya
Tak baik memprotes alam
Dikau hamba yang pantasnya bersyukur

@Sulfiudi Hasan
Mata Pencil Ternate 230417

Rabu, 12 April 2017

SEPASANG PUTIH

SEPASANG PUTIH
===============
Merindu sepasang merpati
begitu setia dengan hati

mereka terbang bebas bersama 
menikmati kehidupannya

adakah sepasang cinta
yang membawa kesetiaannya

Memasuki sangkarnya
hingga waktu ke waktu; ia

pada sepasang putih merpati
kita patut mengikuti naluri

Pada sebab keindahan itulah
Wajib kita ikuti sebagai anugrah terindah

Mata Pencil ; Halmahera 240117

BERSAMAMU; DIANAKU

BERSAMAMU; DIANAKU
====================

Dikala itu, semua telah berlalu
Inilah caraku bahagia bersamamu
Pada sepanjang angan juga musim berlalu
Dengan ijin Allah Namamu juga namaku

Selalu ada pada setiap gerak kita
Tertawa; bercanda bahkan bercinta

Bisa kan?

Kalau kita mengulangi bersama
Bukan lagi berdua, tetapi juga anak-anak kita

DIANA (Dengan ijin Allah Namaku Ada )
Selalu untukmu
Untuk kita sayang

Mata Pencil; Sudut Sofifi 300317

Minggu, 09 April 2017

PERAWAN BERNYALI BESI

PERAWAN BERNYALI BESI
=====================
Sampai mati berkali-kali
Aku masi tetap melihat perawan  itu bernyali; mengakali sepi; mampu membangun mimpi, mengorek rel kereta besi dengan tangannya sendiri; untuk semua kaum yang telah kenyang diatas rel kereta, hingga senja menutupinya

Mata Pencil
Surabaya 090417

Sabtu, 25 Maret 2017

SEBUTIR WAKTU

Sejak kita menggenggam cinta
Rindu menari-nari pada setiap dada
Mengetuk hati, membuka mata kita
Melahirkan senyum pagi yang ceria

Sebutir waktu menyatukan waktu; lalu hingga saat ini, sampai akhir nanti tetaplah ikut bersamaan dengan waktu
Mengerami butiranya menjadi benih yang serupa membela inti

Lalu; kita pada harapan dan kurun-kurun waktu berikutnya menjadi sepasang cerita mereka, hingga diakhir waktu kebahagian tetap tersemat dalam angan, juga ingatan yang panjang.

MataPencil; Ternate 260317

Minggu, 12 Maret 2017

MALAM MINGGU DI KAMPUNG

MALAM MINGGU DI KAMPUNG
=========================

Ketika senja memeluk diamnya laut
Suara azan mengiring kepulangan
Matahari ke ufuk barat
Aku menatapnya penuh kenangan

Di kampung Patani barat aku dibesarkan
Lahir sebagai anak kampung yang lugu
Teringat kata nasehat orang tuaku
Bila esok hari beranjak mencari pekerjaan

Jangan lupa kampungmu disini
Di Halmahera Tengah tanah dodomi
Malam minggu memiliki cerita sendiri
Dan bila nanti, kau akan mengerti

Hidup di kampung, banyak kau dapati
Betapa nikmatnya kearifan berbudi
Sesamamu manusia  mencicipi kehangatan
Alam Halmahera; juga kesetiakawanan

Bila malam minggu; di Kampung halaman
Terasa berbeda di kampung tuan
Tersebab rasa yang membedakan
Atas prilaku-prilaku yang kau temukan

Jangan bimbang dengan semua itu
Jangan pula kau salahkan dirimu
Karena malam minggu tetapla malam minggu
Tak seorang pun yang menarik waktu

Tetaplah tersenyum pada matahari
Sinar pagi hari yang cerah
Dan pada senja hari yang indah
Itulah manusia yang senantiasa hadap diri

Mata Pencil ; Halmahera 110317
_______
Tanah dodomi  (Tanah Kelahiran)

Selasa, 07 Maret 2017

TITIPAN RINDU DIANA KEKASIHKU

Ketika dentingan hujan berhenti
Dipelataran rumah; aku menanti
Sehelai daun tertiup angin utara
Memanjakan senyummu; Diana

Aku diam terus menatapi
Senyummu selembut daun; merasuki
Bilik jantungku terus memompa keaorta
Tubuhku sedikit gigil getarkan diafragma

Sedang kau Diana
Terus menguraikan hitam rambutmu
Dan berjalan ke hadapanku
Membuatku terpana pada suasana

Sedang ditanganmu
Memegang anak gadis belia
Siapakah dia yang kau bawa
Tanyaku dalam diam hatiku

Kau begitu santai
Semisal daun yang terjatuh
Perlahan-lahan tapi pasti
Terpelanting kebumi tanpa keluh

Dan katamu dengan lantang
Lihat siapa yang datang
Sepergimu dari hidupku
Dia anak gadismu

Diaaaa anak kita mas
Diana kecilmu yang sangat kau rindukan
Kini telah kupulangkan
Peluklah rindumu mas

Pecah bulir disudut mataku berjatuhan
Sungguh ini luka-luka bahagia bukan
Kau telah menanam rindu kepadaku
Dengan benih kehidupan dirahimmu

Ya Allah
Sungguh aku berserah diri kepadamu
Engkau telah memulangkan Diana kecilku
Terima kasih Diana kekasihku

Matapencil : Ternate 250217

Sabtu, 25 Februari 2017

DUA CANGKIR KOPI


================
Saat rindu sang penyair
Kebahagian itu dirasakan
Mengapung diantara dua cangkir
Menyuguhkan menu sastra Tuhan Hudan

Rasanya singkat tapi berkesan
Menikmati isi cangkir kopi ala Tuan
Sedikit banyaknya garam telah kumakan
Semisal suntikan riboflavin dan thiamin

Mengaliri kapiler-kapiler seluruh tubuh
Melewati flagela kian menari-nari menutrisi
Dengan ritme sistolik diastolik kian lirih
Menaiki ruang hipotalamus tak terhenti

Dua cangkir kopi sangat berarti
Siang itu mataku tertuju
Pada olahan kata-kata syarat makna
Mengajariku dengan sahaja

Teruslah menatap kelangit
Bersujudlah kebumi
Nikmati hitam manisnya kopi
Dengan sepasang cangkir yang bersahabat

Mata Pencil ; Ternate 240217

Minggu, 19 Februari 2017

MATA INDAHMU MEMADU RINDU


==============
Perihal tentang rindu
Takkan pernah habis aku menuliskannya
Sejak kutanam hingga memulangkannya
Kepada Dianaku

Sejak perjalanan kita
Kau tetap merawat luka-luka bahagia
Walaupun kabar kata hitam masih menerpa
Pada pengabdian cinta kau luar biasa

Dengan bijaksana kau letakkan cintamu
Memoleskan khasana keindahan
Dirumah kita telah kau ajarkan
Ilmu iman dan amal pada generasimu

Semua itu aku lihat dimata indahmu
Memadu rindu yang kian hari terasa
Kepadamu kuucap kata sederhana
Terimah kasih Diana kekasihku

Sungguh ini kesyukuran atas nikmatNya
Atas kepandaian kita sebagai hamba
Suatu keharusan diri ini
Sepantasnya kita saling mencintai

Mata Pencil ; Ternate 190217

Senin, 13 Februari 2017

GODAAN CINTA PEREMPUAN SHOLEHA

GODAAN CINTA PEREMPUAN SHOLEHA
================================

Jauh sebelum aku mengenalmu
Dirimu telah menanam cinta
Kepada dia lelaki hitam manis itu
Sepanjang perjalanan kau tersandra

Oleh rayuan-rayuan birahi dari mulutnya
Pernakah kau berfikir bahwa sirupa jelmaannya
Yang tak kenal lelah menepuk hati wanita
Dan disaat ini menyalib hatimu kian nyata

Tidakkah kau sadari dirimu wanita sholeha
Adalah makanan empuknya melahapnya
Dengan berbagai cara dengan tipu daya
Kau sungguh mempesona dimatanya

Tundukkan kembali wajahmu
Melihat apa yang sedang kau alami
Sugguh berkali-kali kau telah diuji
Dengan hadirnya sijambang berpaut nafsu

Semestinya kau berserah diri padanNya
Membumikan kitab sebagai sandaran diri
Menguatkan istighfar sebagai kuncinya
Ilmu iman amal kau pedomani

Agar ketaatanmu terjaga
Agar kesolehan dirimu semakin tinggi
Tak perlu ragu yang telah kau jalani saat ini
Agar istana cintamu tetap bahagia

Mata Pencil  Ternate 130217

Jumat, 10 Februari 2017

DISEBERANG RINDU

DISEBERANG RINDU
================
Angin malam ini meniup keheningan
Membawakan satu senyuman
Kepadaku dengan kabar kata belahan
Perempuan penyair membuatku ketiban bulan

Aku merasakan rindumu membelah dadaku
Seperti dialog dua dada tentangmu juga aku
Mengosongkan ruang untukmu
Mengisi aliran rindumu pada seisi hatiku

Bisakah dirimu mendatangkan rindumu
Sejajarkan direlung hatiku 
Biar aku tahu dan merasakannya
Hingga takkan lagi aku bertanya

Aku lelaki yang biasa
Yang tak bisa mengalirkan kata kata
Semua yang ada mengalir gitu saja
Semisal air mengikuti wadahnya

Dikau perempuan penyair yang lembut
Kunamai dirimu diseberang rindu
Membuatku semakin dekat
Dalam pelukmu

Mata Pencil; Ternate 110217

IDOLAKU SANG PUJANGGA

~Idolaku sang punjangga~

Jatuh cinta bukan karena rupa
Bukan pula karena pandangan mata
Jatuh cinta karena keindahan kata
Menyusun baik hingga bermakna

Aku terlena dengan puisi-puisi indahmu
Kata-katamu yang menyegarkan kalbu
Rinduku kian menggebu-gebu
Menanti puisi-puisi berikutmu
Menemani hari-hariku
Mengisi kekosongan hidupku
Dalam kesunyianku
Puisimu adalah semangatku

Kau sang punjangga
Kau idolaku
Pujaan hatiku
Kumengagumimu
Karena bait kata-kata indahmu

Rima re

Sabtu, 04 Februari 2017

PERAHU KAYU YANG KUSAYANG

PERAHU KAYU YANG KUSAYANG
===========================
Sejak itu kita dilaut halmahera
Mendayung cinta saat purnama
Merayuku dengan alunan dayung
Melepas senyum putihnya gelombang

Kita berdua duduk berhadapan
Menatapmu sembari melihat haluan
Dimanakah perahu kayu ini kau tujukan
Sedang tanganmu kuat membentuk kepalan

Sebab aku tau semua kau lakukan tuk kita
Kini perahu kayu kau diamkan dilautan
Tidakkah kau tau disana musim selatan
Ataukah kau biarkan saja

Bahwa setelah musim berganti barat
Juga utara yang kencang meniup diamnya laut
Berubah menjadi gelombang kian dahsyat
Sadarkah dirimu; aku disini masih melihat

Betapa hatiku berharap dirimu
Sedikit saja kupintah gerak hatimu
Melabuhkan perahu kita ke sudut selat
Agar riuhnya ombak takkan lagi kulihat

Padamu perahu kayuku
Diamkan gerakmu sedikit saja
Untukku juga untukmu
Kembalikan  bahagia kita

Mata Pencil; Halmahera 040117

Jumat, 03 Februari 2017

KOPI RINDU DAN SENYUMMU

KOPI RINDU DAN SENYUMMU
========================
Pengen minum kopi sore ini
Tapi harus ada yang temani
Adakah yang bisa berbaik hati
Sebab ngopi berdua itu membuang sepi

Saat melumatnya ada senyum sendiri
Pecah gurauan tak henti
Ini soal kopi
Bukan siapa yang menemani

Tetapi harus diingat puan
Diskusi apa yang menghangatkan sore ini
Sehangat kopi saat ini
Sungguh indah juga bukan

Satu tegukanmu terlihat
Kulummu terurai hangat
Aku sesaat memandangimu
Saat caramu memegang cangkirmu

Ada tersirat pesan yang hampir pecah
Pada tegukanmu yang kedua
Dijari lentikmu begitu menggoda
Aku memulai menawarkan pepatah petuah

~tanjung ngolopo di patani
~Teluk Weda di pulau imam
~ngopi ini nikmat sekali
~semoga kedatangan puan bisa paham

Oh kopi rinduku

Bersamamu selalu bahagia
Tak terasa berdua telah senja
Merawat cinta penuh setia
Hingga akhir waktu kita

Mata Pencil; Ternate 030217

Kamis, 02 Februari 2017

SEBAB CINTA ADALAH RASA

SEBAB CINTA ADALAH RASA
=======================

Segala rupa yang kau namai adalah perasan yang terdalam untuk dibunyikan; ketika luka-luka bahagia itu dekat maupun menjauh

Tetaplah bersamaku sayang; diantara cita dan cinta adalah sebuah keniscayaan diri pada manusia baik sendiri ataupun sepasang kekasih

Tetaplah disampingku sayang ; tersebab kita adalah sepasang rindu yang telah kau namai jodoh; berlabuh dirumah idaman tuk membaca luka-luka bahagia itu menjadi setitik putih menghapuskan hitam

Tetaplah tersenyum untukku sayang; tersebab senyummu adalah kehalusan jiwa tersublim dibibir manismu yang mengalihkan perhatianku agar tetap mendekap didadamu meronai segala  yang tersebab menjadi lisan yang halus dan tulus dihati kita berdua

Mata Pencil; Ternate 020217

CINTA PUNYA CERITA

Disaat kepergianmu Diana
Aku hanya bisa berlisan cerita
Tentang kita dan cinta
Kepada sepasang putih cendana

Mengenalmu adalah bahagiaku
Apalagi telah bersamamu
Tiada kata yang tak indah Diana
Sosokmu gadis pujaan tuk aku dan dia

Lelaki pilihan orangtuamu
Hingga kenapa kau terlepas dariku
Sebab aku ingin kau bahagia
Dengan lelaki sholeh juga imama

Sungguh cinta kita punya cerita
Kini kau hanyalah sebuah nama
Kabar kata kau sudah bahagia
Itulah harapan tuk kita semua

Sulfiudi Hasan; Ternate 040117

Rabu, 01 Februari 2017

DAUN

DAUN
=====
Ketika pucuk terlihat segar
Tumbuh menjadi lebar
Membentuk tubuh yang wajar
Melengkung aduhai dikit liar

Ketika matang terlihat tegar
Walau ditepuk angin
Walau ditempeli terik sinar
Bahkan dijatuhi bulir-bulir hujan

Daun tetap sabar diterpa jagat
Diam tak menghujat
Bahkan hanya menari-nari
Layaknya seperti dayang permaisuri

Ketika pagi; menawarkan embun
Ketika siang; menawarkan rimbun
Ketika sore; menawarkan rumpun
Ketika malam menawarkan senyuman

Lalu kenapa manusia ingin memetik daun
Tersebab nafsu birahinya semakin liar
Sedang ia memberimu kehidupan
Semisal udara yang kau hirup begitu segar

Memang manusia kadang bejat
Tak merasa puas semasi hayat
Belajarlah kepada daun yang tak pandai merasa
Agar kau hai manusia bisa menahan rasa

Sulfiudi Hasan ; Ternate 010217

Selasa, 31 Januari 2017

FEBRUARI YANG MANJA


===================
Sungguh tak terkira
Hadirmu menggemaskan rasa
Diawal tahun keganjilan dunia
Menawarkan aroma keindahan cinta

Pada sepasang kekasih tetap ceria
Pada sepasang suami istri juga bahagia
Tersebab perjalananmu cepat dan singkat
Tetapi kisahmu selalu padat

Semisal hari ada ditubuhmu
Mengisahkan hari kasih sayang
Semisal rindu ada dikeningmu
Menawarkan kecupan nian kepayang

Seruan kata pepatah penuh manja bukan
Tertimang indah bak ayunan dentingan
Menghiasi seluruh lekuk tubuhmu
Takkan ragu apalagi gemuru

Oh feb-ruari-ku

Kau melemaskan semua kerinduan
Menyempurnakan kisa-kasih sang pujaan
Pada cinta dan kerinduan tak berkesudahan
Meletakkannya pada kekuatan penuh harapan

Mata Pencil; Ternate 010217

Minggu, 22 Januari 2017

PADAMU YANG KUNAMAI CINTA

PADAMU YANG KUNAMAI CINTA
==========================

Hidup tak selalu indah
Sebab hidup selalu ada rasa
Membual angan juga kenang resah
Membina rasa yang memiliki cinta

Bila aku senang pada kiasan cinta
Terasa hikmat dipeluk bahagia
Tatkala aku sedih pada luka
Terasa sakit yang menerpa

Tak mengapa namanya juga hidup
Manusia sebisa mungkin menunduk
Pada ketetapan dan takdir yang terhirup
Pada akal budi juga pikiran yang terus baik

Hingga akhir kehidupan nanti
Kita tak tahu harus bagaimana lagi
Hanya pesan kuat yang kita pelajari
Pada pedoman kitab-Nya kita diajari

Cintailah sesamamu agar engkau selamat
Cintailah duniaku agar engkau dapati akhirat
Jalinlah selaturahmi dengan erat
Agar kau mengerti tentang makrifat

Pada cinta yang kunamai cinta
Sesungguhnya cintaMU selalu ada
Pada manusia yang penuh hamba
Bimbinglah cintaku ya Allah

Tuk mendapatkan cintaMu
Seperti doa siti Rabiah Tul Adawiah
Yang tak takut akan nerakaMu
Tetapi lebih takut akan kehilangan ridhoMU

SULFIUDI HASAN: Ternate 220117

Sabtu, 21 Januari 2017

MAKA TERSENYUMLAH

MAKA TERSENYUMLAH
===================
Senyum ceria
Disaat suka duka

Selalu merangkai bahagia
Disenyummu ada cinta

Katakan satu kata menjadi kata kata
Asalkan jangan berlebihan ya

Dan tersenyumlah semata
Karena keindahan jiwa

Ceriahkan hari harimu dengan senyum anda
Senyum selagi bisa

Agar kita selalu bahagia
Dengan cita dan cinta kita

Mata Pencil Ternate 200117

Rabu, 18 Januari 2017

KITABULLAH

KITABULLAH
==========
Cium aku
Disepertiga malammu
Sempurnakanlah  disubuh
Puaskanlah dengan lafaz kalimatullah

Cium aku
Dengan kelembutan rasa
Memejamkan mata
Merasakannya dikalbu

Cium aku
Setelah kau membacaku
Letakkan aku didadamu
Dan  belai diriku

Lalu jagalah aku
Dengan dengungan suara indahmu
Sekali lagi cium aku
Sebelum kau beranjak tidur di ranjangmu

Ciumlah aku
Disepanjang waktumu
Agar hidupmu selalu pada tuntunan-Nya

_Sulfiudi Hasan: Ternate 190117

Selasa, 17 Januari 2017

DAN SUJUDKU

DAN SUJUDKU
============
Jangan dipersimpangan
Jangan dipinggiran
Jangan dipasar ikan

Jangan ditempat sampah
Jangan dipelataran rumah
Jangan dilampu merah

Dan juga Sujudmu
Sebaiknya ditempat yang bersih
DirumahNya yang suci

Mata Pencil; Ternate 170117

DISENYUMMU CINTAKU


===================

Tetaplah senyum untukku
Bersamamu selalu bahagia
Mengajari aku sesuatu
Tentang hidup sederhana

Tetaplah menjadi temanku
Dalam suka dan susah
Mengingatkan aku dengan ramah
Tentang tutur kata tak candu

Tetaplah menjadi sahabatku
Dalam dinamika kehidupan
Menasehati aku dengan raga dan jiwamu
Tentang nilai-nilai yang santun

Tetaplah menjadi milikku
Dalam doa yang selalu terucap
Dengan keikhlasanmu
Tentang hakekat hidup

Tetaplah menjadi sepasang hatiku
Sebab ikhtiar diri itu keharusan
Menyemai bahagia dengan cintaku
Karena cinta itu keniscayaan

Tetaplah menjadi diri kita ya sayang
Karena engkau telah memilikiku
Dengan 1001 kasih sayang
PadaNya cinta dan bahagia ini kita bersimpuh

Sulfiudi Hasan ; Ternate 170117

Minggu, 15 Januari 2017

KETIKA WAKTU MENGAJAKKU PULANG

KETIKA WAKTU MENGAJAKKU PULANG
=================================

Sekian lama aku berjalan
Membaca seisi nusantara
Beragam cita cinta
Beragam rasa garam yang kumakan

Banyak picisan makna kutemukan
Dari helai demi helai yang tertulis
Tak beda dengan tulisan tanah lahiran
Dalam pikir membuatku merasa manis

Ketika waktu mengajakku pulang
Seindah indahnya cahaya kotamu
Takkan bisa mengalahkan rasaku di kampung
Seberkas cahaya telah ku titipkan sebelum itu

Padamu cahaya yang kau jaga
Kabar kata kau tak pernah redup
Seindah indahnya tembok di kotamu
Takkan pernah bisa meruntuhkan bilikku

Ketika waktu mengajakku bercanda
Aku tak bisa berlebihan pada sikap
Sebab Dia cahaya hidupku
Kembaliku tuk menyatu

Ketika waktu mengajakku belajar
Aku harus bisa tunduk dan patuh
Kepada kalam yang terpancar
Kembaliku untuk bersimpuh

Jangan mengeluh
Sebab waktu terus berjalan
Kembalilah ke peraduan
Padan-NYA kita berguruh

Mata Pencil; Halmahera 081216

TITIK EMBUN


===========
Diujung daun
Menetes jatuh ke tanah
Aku menatapnya dengan lamunan
Entah kenapa ia harus jatuh

Apakah dedaunan tak membutuhkannya
Ataukah embun selalu hinggap kedaun
Lalu jatuh begitu sebab bentuknya
Bulat lalu mencair membuat daun tak menahan

Embun begitu bening
Mengisahkan suasana hening
Pada kesepian kian meluapkan pening
Membalut kemesraan gigil dalam kepayang

Oh titik embun

Ku ingin mengulum tetesanmu
Kucurahkan dahaga ini ditaman hati
Menyublim beningmu menjadi suara hati

Biar kudapati setiap tetesanmu
Jatuh dipelukan hati
Bersamamu sampai akhir waktuku

Mata Pencil ; Ternate 150117

Sabtu, 14 Januari 2017

KENDALIKAN DIRI

KENDALIKAN DIRI
==============
Pandanganmu
Juga senyummu
Banyak mayat sedang berjalan
Mencari kafan dikeramaian

Mereka diam
Bila memasuki waktu
Pada seruanNya
Mereka tersiksa

Mereka tak diam
Bila melihat manusia beriman
Senantiasa menggoda tuan
Gidahamnya beringas dan kejam

Ketahuilah mereka
Mayat mayat yang berjalan itu
Adalah manusia durhaka
Tersebab itu kendalikan sikapmu

Janganlah engkau mati
Sebelum engkau bertobat diri
Angkat tanganmu ke langit
Semoga aku juga engkau selalu bangkit

Senantiasa bersyukur
Senantiasa mengendalikan diri
Semoga kita selalu bertafakkur
Pada Allah kita berserah diri

Mata Pencil ; Ternate 150117

Jumat, 13 Januari 2017

BUJANGAN


=========
Bila ditanya kawan
Katamu dah punya pasangan
Bila ditanya lawan
Katamu bujangan

Maksudmu apa kawan
Mau mengelabui lawan
Tersebab kau dtinggal seharian
Ah; kau tak setia teman

Mestinya kau jujur saja
Dengan dirimu sendiri
Jangan sekali kali bermain api
Katakan saja kau sudah ada yang punya

Sekarang bukan lagi jamannya
Sikap tegas itu lebih gentel
Menghargai mantan pacar adanya
Agar engkau jangan ditinggal

Tundukkan saja sedikit wajahmu
Melihat mereka yang setia bersamamu
Agar engkau tau berterimakasih
Tersebab semua itu hasutan birahi

Mata Pencil: Ternate 130117

Senin, 09 Januari 2017

PUISI INI UNTUKMU

PUISI INI UNTUKMU
================
Sebait puisimu
Telah kau tuliskan
Pagi ini ketika laut mencandaiku
Perihal menimang rindu kau kabarkan

Berdoa ke langitNya
Tentang aktivitas keseharian kita
Katamu; semoga Allah meridhoinya
Kataku ; bersambut mengamininya

Ketika siang hari nanti
Ucapmu kembali mengingatkan lagi
Jangan sampai telat makan
Apalagi sampai lupa sholat tuan

Berkali kali sepanjang hari
Tersebab hari-hari adalah pengabdian 
Bekerja dan berdoa itulah ikhtiar bukan?
Karena Pada-Nya kita selalu berserah diri

Mata Pencil (Sulfiudi Hasan)

Ternate 100117

Sabtu, 07 Januari 2017

DISERIBU KECUPMU RINDU

akan kuambil bulan
tuk terangi hatiku pun kamu
ruah di rumah cinta kita

sebab, pada 1000 kenang
selapang mimpi
kecup kian menantang
dan ini yang kita mau bukan?

serupa pantai 
ini jejak masih kususuri
dari dengung rindu,
engkau kugandrungi
wahai lelaki pemilik seutuh gebu di dadaku

lalu berharap masa kian matang
menerima semua yang kupinang
demi dadamu jejak kusematkan
segebu lumat di bibirku
kau perempuan:
diana selalu kukenang

hingga kusebut:
kita ruh yang luruh di antara musim,
waktu dan jarak
menimbang rindu, merimang kecup
kelak dalam dekap paling ulu
; kekasih

bersama menimang ayunan cinta
memeluk rongga-rongga syair
tentang kita; satukannya rindu
kau Dianaku.

Jumat, 06 Januari 2017

PESAN KATA NYONG HALMAHERA

PESAN KATA NYONG HALMAHERA
============================

Hitam manis nyong Halmahera
Lagi lagi semua tentang selera
Mengguncang rasa tanpa melihat siapa dia
Semua manusia sama dimataNya

Memang kita kadang berbeda
Itu sudah biasa
Sebab sifat manusia begitu adanya
Adalah keunikan disetiap diri kita

Membentuk rupa-rupa sikap kata
Ketika melihat; mendengar dan bercanda
Mari kita mengutip kata
Dari nyong Ambon nona Belanda

Bahwa ale rasa beta rasa
Ale cuek beta garida
Ale cinta beta cinta
Ale sayang beta sayang ale jua

Memang beta bukan anak Ambon Belanda
Beta hanya anak Halmahera punya nona
Mari menyublim rasa kian mempesona
Tanpa memandang suku dan agama

Agar kita bersenandung dalam damai
Maaf kata kepada sesama
Merawat cinta dari hati
Hingga nanti tetap bahagia

Mata Pencil : Halmahera 060117

PENCIL

PENCIL
======

Batangmu keras dan kurus
Menahan sakit karena teriris
Tetap saja mau menulis
Pada luka-luka bahagia terangkai manis

Memahat dirimu sendiri
Pada bahan-bahan
Mengukir dan menari-nari
Memenuhi maunya puan dan tuan

Engkau digigit; dibuang
Nasibmu begitu malang
Ujung bibirmu lebam
Hanya diam membungkam

Engkau tak kenal lelah
Tetap saja mengalah
Menghapuskan duka larah
Menuliskan kebaikan dengan karya-karya indah

Mata Pencil; Ternate 060117