Sabtu, 25 Maret 2017

SEBUTIR WAKTU

Sejak kita menggenggam cinta
Rindu menari-nari pada setiap dada
Mengetuk hati, membuka mata kita
Melahirkan senyum pagi yang ceria

Sebutir waktu menyatukan waktu; lalu hingga saat ini, sampai akhir nanti tetaplah ikut bersamaan dengan waktu
Mengerami butiranya menjadi benih yang serupa membela inti

Lalu; kita pada harapan dan kurun-kurun waktu berikutnya menjadi sepasang cerita mereka, hingga diakhir waktu kebahagian tetap tersemat dalam angan, juga ingatan yang panjang.

MataPencil; Ternate 260317

Minggu, 12 Maret 2017

MALAM MINGGU DI KAMPUNG

MALAM MINGGU DI KAMPUNG
=========================

Ketika senja memeluk diamnya laut
Suara azan mengiring kepulangan
Matahari ke ufuk barat
Aku menatapnya penuh kenangan

Di kampung Patani barat aku dibesarkan
Lahir sebagai anak kampung yang lugu
Teringat kata nasehat orang tuaku
Bila esok hari beranjak mencari pekerjaan

Jangan lupa kampungmu disini
Di Halmahera Tengah tanah dodomi
Malam minggu memiliki cerita sendiri
Dan bila nanti, kau akan mengerti

Hidup di kampung, banyak kau dapati
Betapa nikmatnya kearifan berbudi
Sesamamu manusia  mencicipi kehangatan
Alam Halmahera; juga kesetiakawanan

Bila malam minggu; di Kampung halaman
Terasa berbeda di kampung tuan
Tersebab rasa yang membedakan
Atas prilaku-prilaku yang kau temukan

Jangan bimbang dengan semua itu
Jangan pula kau salahkan dirimu
Karena malam minggu tetapla malam minggu
Tak seorang pun yang menarik waktu

Tetaplah tersenyum pada matahari
Sinar pagi hari yang cerah
Dan pada senja hari yang indah
Itulah manusia yang senantiasa hadap diri

Mata Pencil ; Halmahera 110317
_______
Tanah dodomi  (Tanah Kelahiran)

Selasa, 07 Maret 2017

TITIPAN RINDU DIANA KEKASIHKU

Ketika dentingan hujan berhenti
Dipelataran rumah; aku menanti
Sehelai daun tertiup angin utara
Memanjakan senyummu; Diana

Aku diam terus menatapi
Senyummu selembut daun; merasuki
Bilik jantungku terus memompa keaorta
Tubuhku sedikit gigil getarkan diafragma

Sedang kau Diana
Terus menguraikan hitam rambutmu
Dan berjalan ke hadapanku
Membuatku terpana pada suasana

Sedang ditanganmu
Memegang anak gadis belia
Siapakah dia yang kau bawa
Tanyaku dalam diam hatiku

Kau begitu santai
Semisal daun yang terjatuh
Perlahan-lahan tapi pasti
Terpelanting kebumi tanpa keluh

Dan katamu dengan lantang
Lihat siapa yang datang
Sepergimu dari hidupku
Dia anak gadismu

Diaaaa anak kita mas
Diana kecilmu yang sangat kau rindukan
Kini telah kupulangkan
Peluklah rindumu mas

Pecah bulir disudut mataku berjatuhan
Sungguh ini luka-luka bahagia bukan
Kau telah menanam rindu kepadaku
Dengan benih kehidupan dirahimmu

Ya Allah
Sungguh aku berserah diri kepadamu
Engkau telah memulangkan Diana kecilku
Terima kasih Diana kekasihku

Matapencil : Ternate 250217