Selasa, 29 November 2016

MENANAM RINDU PADA KEPULANGAN

MENANAM RINDU PADA KEPULANGAN
================================

Aku dan sebua keinginan
Malam ini kembali tak bertuan
Pada kepergian
Tersulam kembali angan

Dalam kenangan
Cerita telah berentetan
Semisal tima panas berserakan
Jatuh bising ditelingah mengemaskan

Pada kepergian
Kabar kata masih sama
Acap kali mengabari angin
Berbisik tentang "Diana"

Menanam rindu pada kepulanganmu
Serasa seabad lamanya merindukanmu
Kabar kata; kata bahagiamu
Mengakar di hidupku

Sebab rindu telah kutanam
Pada diri yang satu
Dihidup kita
Yang demikian ikhlas

Duhai rindu yang kutanam
Bersemayam subur nan menyatu
Di tahta surgan-NYA
Sebab sabanhari harus; Tau...!!

Pada perjalanan hidup kita
Adalah Pertanggungjawaban
Pada diri yang sesungguh-NYA

Mata Pencil 281116

Senin, 21 November 2016

RINDUKU PADA DIANA

Sekian lama kita berbagi rasa
Entah kapan kau menuangkannya
Dekapan rindu ini kian hari terasa
Dimanakah dirimu sayang

Kabar kata engkau telah berpindah rumah
Meninggalkan jejak langkah
Menemukan cinta yang sejatimu
Benarkah kabar kata itu

Pagi ini embun menjernihkan  ingatanku
Teringat masa lalu begitu sempurna
Tentang kita
Tentang semua cerita indah kala itu

Mengingatmu itu bahagiaku
Mencintaimu wajib bagiku
Karena engkau manifesta kecintaan
Membentuk kemolekan untuk keindahan

Melupakanmu tak mungkinlah
Apalagi mencampakkan dirimu
Karena aku dan engkau DIANA kekasihku
Adalah makhluk terindah

Yang sejatinya saling mengasihi sesama
Ketika bahagia
Ketika luka
Ketika ada dan tiada

Sepergimu dirumah idaman
Aku menaburi dinginnya embun di taman
Berharap kesejukan cinta tetap nyaman
Dihatimu mengalirkan 1000 kenangan

Dari langit Ternate ku ucapkan padamu
"I LOVE YOU DIANA KU"

Mata Pencil, 201116

Jumat, 11 November 2016

TERBARING PADA SENYUMAN TERAKHIRMU

Setelah kepergianmu
Tak ada lagi canda tawa yang birahi
Lepas semua kenangan darimu
Diana yang kukasihi

Tentang kabar kata hitam putih
Ini kembali pada senyummu
Namun bukan pada biasanya; agak pedih
Yang datang mengoyak isi perutku

Dia pengabar yang jelas berkata
Pada senyummu dipembaringan
Pikiranku kacau tak bisa berkata-kata
Sedang kau melepas senyuman

Memang ini tak mudah bagi manusia
Hanya tuk makhluk pihanNya
Semata mengabdi pada hidupNya
Mendapatkan senyum tak bernyawa

Suatu pembaringan yang indah bukan?
Lalu apa arti semua dibalik senyummu?
Arah kepulangan dengan jalanNya
Memang benar seperti janjiNya

Kebaikan berbuah amalan
Telah kau peluk sebagai senyuman
Sebagai hadia terindah dari Tuhan
Untukmu Diana tak kulupakan

MataPencil; Ternate 120117




Minggu, 06 November 2016

SENYUM LELAKI DARI TIMUR

Senyumku membalut tubuhmu
Pada wajah kota kenangan kian bisu
Luka luka bahagia telah terpasung
Tersembunyi pada dalamnya palung

Senyumku memecah bak gemuruh ombak
Menepi dilubuk hatimu basah serempak
Memalingkan perhatianmu nampak
Dikala angin barat datang berbisik

Lelaki dari timur datang mengabari nona"
Aku memulangkan senyum yang kau tanya
Dimana senyummu yang dulu sayang
Ketika awal kita jatuh cinta kian kepayang

Senyum lelaki dari timur itu yang kau namai
Menyengat sebalur tubuhmu kian mengasihi
Semisal matahari memekarkan bunganya
Pada pagi hari hingga selamanya

Senyum lelaki dari timur
Menguatkan kebahagian
Menyatukan hati
Untuk kita "Cinta yang abadi"

Mata Pencil 071116

Rabu, 02 November 2016

AKU PADA BILANGAN 30 OKTOBER

AKU PADA BILANGAN 30 OKTOBER
=============================

Terucap doa-doa sang sahabat
Semilir rindu juga sayang menghampiri
Menguatkan rasa memuncak kian hebat
Ternyata kekuatan doa sangat berarti

Padamu sahabat apala arti hidup ini
Jika kita tak saling berbagi
Padamu famili apala arti keluarga ini
Jika kita tak saling mengasihi

Ini hari sungguh istimewa bagiku
Menundukkan bathin bersambut jiwaku
Hadir kembali merawat peraduan kita
Bersemi pada setiap musim bersama kita

Aku pada bilangan 30 oktober bersamamu
Mengulas kembali bangunan rumah ini
Seperti membilas pekatan hitam hati
Yang menempel pada dinding bilik kamarmu

Duhai jiwa sukmaku pada ucapan doamu
Membuatku semakin hadap diri
Bahkan melihat diri ini yang semakin membisu
Tak lagi ambigu tetapi berharap kian menari

Menuntaskan sepi tak lagi mengidung sunyi
Membulatkan kasih dan sayangku seperti
Bentukan bilangan 30 oktober yang kian berseri
Genapkan segala rasa dan jiwa terangi mimpi

Padamu duhai istriku dan anak-anakku
Marilah kita ramaikan rumah kita
Dengan cinta yang nyata
Dengan kekuatan doa membungkus pusaraku

Sulfiudi, 301016

PEREMPUAN DARI TITIK NOL

PEREMPUAN DARI TITIK NOL
========================

Sungguh aku menulis luka dan bahagia
Pada perjalanan cinta kita selalu bersama
Sejak awal kau tunjukkan pengabdian cinta
Menari diatas luka-luka rumah tangga kita

Sayang" kini usia perak kita baru saja tiba
Berdampingan pada ruang - ruang yang bising
Hingga melewatinya begitu sulit, kau tetap riang
Sesekali aku menertawaimu, kau tetap tabah

Terkadang aku menatapimu ketika tertidur lelap
Sedang aku menyembunyikan kegelisahanku
Disaat seduh sedan naluri keibuanmu tak lelap
Bahkan kau hadir sebagai penyejuk hatiku

Sayang" menjadi ibu dan istri itu tak mudah
Kutau itu, hingga kau pantas kunamai dirimu
"Perempuan dari titik nol" itu hebat bukan"
Kasih sayangmu sungguh kau tunjukkan

Sejak kusadari kau perempuan hebat" telah banyak suka duka yang tak pantas kau terima
Sungguh aku suami dan ayah yang lemah
Disepanjang waktu menuju usia emas kita

Kupinta" takkan lagi kusia siakan denganmu
Dengan buah hati kita ku letakkan bahagia itu
Sebagai suami dan ayah yang hadap diri
Mampu memerdekakan waktu pada keluarga ini

Sungguh kau adalah perempuan dari titik nol"
Membulatkan hati untukku dan anak-anak kita
Hingga pada bilangan akhir kutakkan sia -sia kan lagi hidup bersamamu hingga akhir waktu

Tualah bersamaku sayang"
Hingga anak- anak pun tau
Bahwa kita tetap bahagia
Dihati kita berdua

KEMBALIKAN PESONA KERUDUNG PUTIH


=================================

Ketika derajatmu tiga tingkat pada lelaki
Kenapa harus tidur di selokan kota
Menemani tangisan memundi lembaran seri
Pada siang hari mengeja hafalan bersama

Para santri mendulang kalam ilahi
Melingkar menghiasi kitab suci
Menggema memuja dan memuji
Pada asma-NYA tiada henti

Pesona kerudung putih wajahmu berseri
Tampak cahaya putih menghiasi diri
Ketika siang berganti malam nanti
Engkau seperti lupa diri

Bahwa balutan kerudungmu sebatas khiasan
Melengkapi cara dan gayamu berpenampilan
Bukankah kau pengajar para santri santriawan
Sungguh derajatmu tak kau hiraukan

Duhai pesona kerudung putih pahamila
Cahayamu adalah ilmu
Derajatmu adalah amalan
Sedang jiwamu adalah jatidiri

Tidakkah kau sadari bahwa
Jiwamu sedang diuji oleh Allah, Tuhanmu
Derajatmu akan runtuh pada kecaman
Dan cahayamu akan senyap mengerami diri

Duhai pesona kerudung putih
"kembalilah
Pada jalan pulangmu
Bukan pada jalan-jalan selokan kota

Pada cahayamu
Bukan pada sinar binar lampu kota
Pada ilmu yang menjadi amal ibadah
Pada pesona kerudung putih bertahta syari'i

"Karena sesungguhnya sebaik baik wanita
Adalah wanita sholehah"

Mata Pencil: 021116