Rabu, 29 November 2017

RUANG KOSONG

Ruang kosong
Di kelaskelas itu
Hanya meja dan bangku
Diamdiam membangkang

Ruang kosong
Guruguru membisu
Bagaikan patung
Tak bergerak maju

Ruang kosong
Menegur penghuni gedung
Untuk keadilan yang tak adil
Dalam pikirannya yang semakin kerdil

Ruang kosong
Terbalut rasa yang hening
Menyalib keramaian
Dikala anakanak sedang bermain

Ruang kosong itu
Menghapus harapan
Yang semestinya mampu
Merawat peradaban

November 2017
Mata Pencil

Sabtu, 25 November 2017

SEBAIT PUISI AKHIR NOVEMBER

Telah kutuliskan satu puisi diakhir november, senja itu makin terlihat indah, bergerak sesuai perjalanannya, bersamamu, satu kalimatpun tak kau keluh, disaat luka, ataupun bahagia.

Dan baru saja kuterima kabar tentangmu, kabar  hitam yang selayaknya kugenggam, hingga kecerahan fajar dipagi hari, senantiasa menyinari bilik rumah kita.

Pada penggalan bait puisi yang kutuliskan ini, telah kuselipkan di ruang rinduku,  dan rindumu , bila nanti ia akan menjadi, awal cerita  anak-anak kita.

Bahwa orang tua mereka hidup rukun dan bahagia, dengan kesederhanaan menjadi pakaian hidupnya.

Kau tau apa penggalan bait puisiku? " hanyalah kalimat iman, ilmu dan amal". Terpadu pada pengabdian akan cintaNya.

Mata Pencil: 25/11/17

Senin, 20 November 2017

NOVEMBER


Ia memeluk kesan
Membelah kenangan
Meninggalkan jejakjejak
lalu menceritakan pada anakanak

Yang baik dirawat sebagai pelipur
Yang jelek ditanam dalam kubur
Melingkar bilangan demi bilangannya
Sebab disitulah terukir setiap peristiwa

Kenapa harus kulingkar?
Sedang bentuknya takkan beruba
Mengapa harus november?
Sebab bulan kita berjumpa

Pertama kali
Kita menyatukan hati
Membuang sepi
Kepadamu, wahai perempuan bertubuh puisi

Mata Pencil ; 21/11/17

Kamis, 16 November 2017

MEMBUAI CINTA NOVEMBER


======
Jangan terpana asmara
Bilah november semakin ceriah
Pada setiap barisan puisi adalah kita
Membuai cinta november penuh kisah

Kisah kasih sepanjang musim merana
Bahkan membuai penuh manja
Melewatinya bersama
Dengan yakin dan percaya

Ketika kau memilih untuk diam
Aku semakin memahami diammu
Tak lagi ambigu
Tetapi itu caramu merayuku"

Membuai, memeluk dengan dekapmu
Sesekali mencium dikeningku
Seperti 1000 kecupan tentang kita
Dapat kau kalungkan bersama

Selalu bersemi pada hitungan musim
Mendendangkan asmara penuh senyum
Seperti dialog dua dada yang kau kulum
Engkau  perempuan unik pada setiap musim

Hidupmu penuh cinta
Perasanmu selalu ceria
Senyummu selalu mempesona
Tentang kita di november ceria

Mata Pencil' Ternate 171116

Rabu, 15 November 2017

CINTA KITA DI HALMAHERA

Keindahan laut Halmahera
Serupa tubuh gadisnya
Mempesona
Indah dipandang mata

Disini aku terbuai asmara
Dengan gadis belia
Anak kepala desa
Sewaktu remaja

Bermain ombak
Melihat matahari yang begitu perak
Lalu berdua
Bercerita tentang senja

Pada tubuh ombak
Ada isyarat cinta
Berdua
Lalu berteriak pada riak

Gemuruh ombak pantai
Berlari kecil dibibirnya
Sembari berpelukan manja
Lalu menikmati angin sepoi

Oh keindahan Halmahera
Tak pernah aku lupakan
Ditanah kelahiran
Bersamamu aku bercerita

Awal mula memupuk asa
Cinta kita
Dibalut indahnya Halmahera
Aku ingin kembali pulang sayang

Ternate 15/11/17
MataPencil

Senin, 13 November 2017

KEMBANG DI AKAR PELATUK

KEMBANG DI AKAR PELATUK
=======================

Pada sejengkal jemarinya yang lembut
Kumbang membidik kembang
Menarinari bak layanglayang
Seakan mencium wangi menyengat

Pada pusaran putik
Menawarkan madumadu asmara
Mengalir pada belahan dadanya
Menggenangi keindahan bukitnya

Di akar pelatuk
Satu colekan menyentuh jiwaku
Terlihat lebam membiru
Membentuk lingkaran "I LOVE YOU"

Duhai, kembang berseragam biru
Tubuhmu kuat
Sungguh hatimu lembut
Membuat hatiku tak lagi ambigu

Katakan kepadaku
Bagaimana caranya aku;
Sebisa mungkin melipat jarak diantara kita  Agar tubuhku mengakar pada ruang yang sama

Berdiri dihadapanmu
Melihat senyummu
Mengelus lesung pipimu
Membelai hitam rambutmu

Hingga engkau yakini
Bahwa jodoh"
Bukan sekedar dibaca
Tetapi jodoh adalah sepasang cinta

Semisal kembang di akar pelatuk
Kita serupa tanda yang diserukan-Nya
Bersegeralah untuk menikah
Tersebab kita makhluk yang  sempurna

Halmahera ; 141117
Mata Pencil

Jumat, 03 November 2017

MENDEKATLAH RINDUKU

Mendekatlah rinduku
Pada setiap waktu
Kita harus bersujud
Melepaskan keegoan

Mendekatlah rinduku
Pada setiap saat
Kita harus taat
KepadaNya

Mendekatlah rinduku
Bahwa kita harus tahu
Yang kita pakai adalah nikmat
Tuhan sebagai pemberi rahmat

Mendekatlah rinduku
Pada hari-hari yang melelahkan
Engkau adalah jiwa kesetiaan
Yang mengalungkan hidupku

Mendekatlah rinduku
Pada hari-hari yang kusemai
Dalam hidupku
Adalah dikau yang disini

Mendekatlah rinduku;
Rindu yang akan kudekap
Pada kumpulan puisiku
Aku berharap

Agar aku bisa melihatmu
Tersenyum atau menangis
Hingga aku bisa menghapus
Air mata pada lesung pipimu

Halmahera
November 2017
Mata Pencil