Telah kutuliskan satu puisi diakhir november, senja itu makin terlihat indah, bergerak sesuai perjalanannya, bersamamu, satu kalimatpun tak kau keluh, disaat luka, ataupun bahagia.
Dan baru saja kuterima kabar tentangmu, kabar hitam yang selayaknya kugenggam, hingga kecerahan fajar dipagi hari, senantiasa menyinari bilik rumah kita.
Pada penggalan bait puisi yang kutuliskan ini, telah kuselipkan di ruang rinduku, dan rindumu , bila nanti ia akan menjadi, awal cerita anak-anak kita.
Bahwa orang tua mereka hidup rukun dan bahagia, dengan kesederhanaan menjadi pakaian hidupnya.
Kau tau apa penggalan bait puisiku? " hanyalah kalimat iman, ilmu dan amal". Terpadu pada pengabdian akan cintaNya.
Mata Pencil: 25/11/17
Tidak ada komentar:
Posting Komentar