Selasa, 13 Desember 2016

MATAHARI DI AMBANG SENJA

Pagi kau bangun
Melepas mimpi nian kelabu
Meretas sepi bersama embun
Gigil membalut rasa kian rindu

Ketika matahari menancap diubun-ubun
Pada perjalanan waktu kian menuntun
Pada kepulangan waktu yang sebenarnya
Tatkalah kau bertanya" kepada siapa?

Aku berjalan, dengan apa aku membawa
Diri ini dengan matahari kian terasa
Saat matahari diambang senja
Sudah cukupkah bekal yang kubawa

Bukan kah perjalanan matahari itu pasti
Adalah takdir yang tak mesti ditanyakan
Tetapi kenapa tidak kau sadari
Bahwa perjalanan adalah kepulangan

Ketika pagi; sejuk terasa membumi
Ketika siang; panas teras menyengat
Ketika senja; kuasa mengajari
Pada ambang pintu taubat

Janganlah mati
Sebelum tiba ajalmu
Tidak  kah engkau melihat mayat-mayat yang sedang berjalan"

MataPencil; Halmahera 141216

Tidak ada komentar:

Posting Komentar