Di central Halmahera dirimu
Lantang mengatakan cinta
Tidakkah kau tahu cinta itu buta
Tak seperti bening dimata birumu
Pada lelaki timur Halmahera
Membuatnya terpana
Pada setiap pandangan
Menggelikan rasa-rasa senyuman
Kau melepas bunga genggaman
Ditanganmu yang lembut gemulai
Semisal helaian kapas nian lembut
Terhempas angin alihkan pandangan
Pada matamu nian membiru
Membisukan harapanku
Tersebab engkau bukan milikku
Sepantasnya cukup dengan satu
Bahwa kau semestinya dituntun
Pada sikap cinta lelaki yang santun
Bukan pada mata lelaki yang sok mengayun
Melirik; mengulum langit menembus ubun
Karena engkau perempuan santun
Pada kecantikanmu adalah masa depanmu
Pada kemolekan dirimu adalah keindahan
Hingga kau tau begitu jelita mata indahmu
Duhai perempuan bermata biru
Bungkuslah lekukan birahimu
Dengan sikap dan budi bahasamu
Sebab milikmu adalah ketetapanNya
Mata Pencil; Halmahera 291216
Tidak ada komentar:
Posting Komentar