Sabtu, 25 Februari 2017

DUA CANGKIR KOPI


================
Saat rindu sang penyair
Kebahagian itu dirasakan
Mengapung diantara dua cangkir
Menyuguhkan menu sastra Tuhan Hudan

Rasanya singkat tapi berkesan
Menikmati isi cangkir kopi ala Tuan
Sedikit banyaknya garam telah kumakan
Semisal suntikan riboflavin dan thiamin

Mengaliri kapiler-kapiler seluruh tubuh
Melewati flagela kian menari-nari menutrisi
Dengan ritme sistolik diastolik kian lirih
Menaiki ruang hipotalamus tak terhenti

Dua cangkir kopi sangat berarti
Siang itu mataku tertuju
Pada olahan kata-kata syarat makna
Mengajariku dengan sahaja

Teruslah menatap kelangit
Bersujudlah kebumi
Nikmati hitam manisnya kopi
Dengan sepasang cangkir yang bersahabat

Mata Pencil ; Ternate 240217

Minggu, 19 Februari 2017

MATA INDAHMU MEMADU RINDU


==============
Perihal tentang rindu
Takkan pernah habis aku menuliskannya
Sejak kutanam hingga memulangkannya
Kepada Dianaku

Sejak perjalanan kita
Kau tetap merawat luka-luka bahagia
Walaupun kabar kata hitam masih menerpa
Pada pengabdian cinta kau luar biasa

Dengan bijaksana kau letakkan cintamu
Memoleskan khasana keindahan
Dirumah kita telah kau ajarkan
Ilmu iman dan amal pada generasimu

Semua itu aku lihat dimata indahmu
Memadu rindu yang kian hari terasa
Kepadamu kuucap kata sederhana
Terimah kasih Diana kekasihku

Sungguh ini kesyukuran atas nikmatNya
Atas kepandaian kita sebagai hamba
Suatu keharusan diri ini
Sepantasnya kita saling mencintai

Mata Pencil ; Ternate 190217

Senin, 13 Februari 2017

GODAAN CINTA PEREMPUAN SHOLEHA

GODAAN CINTA PEREMPUAN SHOLEHA
================================

Jauh sebelum aku mengenalmu
Dirimu telah menanam cinta
Kepada dia lelaki hitam manis itu
Sepanjang perjalanan kau tersandra

Oleh rayuan-rayuan birahi dari mulutnya
Pernakah kau berfikir bahwa sirupa jelmaannya
Yang tak kenal lelah menepuk hati wanita
Dan disaat ini menyalib hatimu kian nyata

Tidakkah kau sadari dirimu wanita sholeha
Adalah makanan empuknya melahapnya
Dengan berbagai cara dengan tipu daya
Kau sungguh mempesona dimatanya

Tundukkan kembali wajahmu
Melihat apa yang sedang kau alami
Sugguh berkali-kali kau telah diuji
Dengan hadirnya sijambang berpaut nafsu

Semestinya kau berserah diri padanNya
Membumikan kitab sebagai sandaran diri
Menguatkan istighfar sebagai kuncinya
Ilmu iman amal kau pedomani

Agar ketaatanmu terjaga
Agar kesolehan dirimu semakin tinggi
Tak perlu ragu yang telah kau jalani saat ini
Agar istana cintamu tetap bahagia

Mata Pencil  Ternate 130217

Jumat, 10 Februari 2017

DISEBERANG RINDU

DISEBERANG RINDU
================
Angin malam ini meniup keheningan
Membawakan satu senyuman
Kepadaku dengan kabar kata belahan
Perempuan penyair membuatku ketiban bulan

Aku merasakan rindumu membelah dadaku
Seperti dialog dua dada tentangmu juga aku
Mengosongkan ruang untukmu
Mengisi aliran rindumu pada seisi hatiku

Bisakah dirimu mendatangkan rindumu
Sejajarkan direlung hatiku 
Biar aku tahu dan merasakannya
Hingga takkan lagi aku bertanya

Aku lelaki yang biasa
Yang tak bisa mengalirkan kata kata
Semua yang ada mengalir gitu saja
Semisal air mengikuti wadahnya

Dikau perempuan penyair yang lembut
Kunamai dirimu diseberang rindu
Membuatku semakin dekat
Dalam pelukmu

Mata Pencil; Ternate 110217

IDOLAKU SANG PUJANGGA

~Idolaku sang punjangga~

Jatuh cinta bukan karena rupa
Bukan pula karena pandangan mata
Jatuh cinta karena keindahan kata
Menyusun baik hingga bermakna

Aku terlena dengan puisi-puisi indahmu
Kata-katamu yang menyegarkan kalbu
Rinduku kian menggebu-gebu
Menanti puisi-puisi berikutmu
Menemani hari-hariku
Mengisi kekosongan hidupku
Dalam kesunyianku
Puisimu adalah semangatku

Kau sang punjangga
Kau idolaku
Pujaan hatiku
Kumengagumimu
Karena bait kata-kata indahmu

Rima re

Sabtu, 04 Februari 2017

PERAHU KAYU YANG KUSAYANG

PERAHU KAYU YANG KUSAYANG
===========================
Sejak itu kita dilaut halmahera
Mendayung cinta saat purnama
Merayuku dengan alunan dayung
Melepas senyum putihnya gelombang

Kita berdua duduk berhadapan
Menatapmu sembari melihat haluan
Dimanakah perahu kayu ini kau tujukan
Sedang tanganmu kuat membentuk kepalan

Sebab aku tau semua kau lakukan tuk kita
Kini perahu kayu kau diamkan dilautan
Tidakkah kau tau disana musim selatan
Ataukah kau biarkan saja

Bahwa setelah musim berganti barat
Juga utara yang kencang meniup diamnya laut
Berubah menjadi gelombang kian dahsyat
Sadarkah dirimu; aku disini masih melihat

Betapa hatiku berharap dirimu
Sedikit saja kupintah gerak hatimu
Melabuhkan perahu kita ke sudut selat
Agar riuhnya ombak takkan lagi kulihat

Padamu perahu kayuku
Diamkan gerakmu sedikit saja
Untukku juga untukmu
Kembalikan  bahagia kita

Mata Pencil; Halmahera 040117

Jumat, 03 Februari 2017

KOPI RINDU DAN SENYUMMU

KOPI RINDU DAN SENYUMMU
========================
Pengen minum kopi sore ini
Tapi harus ada yang temani
Adakah yang bisa berbaik hati
Sebab ngopi berdua itu membuang sepi

Saat melumatnya ada senyum sendiri
Pecah gurauan tak henti
Ini soal kopi
Bukan siapa yang menemani

Tetapi harus diingat puan
Diskusi apa yang menghangatkan sore ini
Sehangat kopi saat ini
Sungguh indah juga bukan

Satu tegukanmu terlihat
Kulummu terurai hangat
Aku sesaat memandangimu
Saat caramu memegang cangkirmu

Ada tersirat pesan yang hampir pecah
Pada tegukanmu yang kedua
Dijari lentikmu begitu menggoda
Aku memulai menawarkan pepatah petuah

~tanjung ngolopo di patani
~Teluk Weda di pulau imam
~ngopi ini nikmat sekali
~semoga kedatangan puan bisa paham

Oh kopi rinduku

Bersamamu selalu bahagia
Tak terasa berdua telah senja
Merawat cinta penuh setia
Hingga akhir waktu kita

Mata Pencil; Ternate 030217

Kamis, 02 Februari 2017

SEBAB CINTA ADALAH RASA

SEBAB CINTA ADALAH RASA
=======================

Segala rupa yang kau namai adalah perasan yang terdalam untuk dibunyikan; ketika luka-luka bahagia itu dekat maupun menjauh

Tetaplah bersamaku sayang; diantara cita dan cinta adalah sebuah keniscayaan diri pada manusia baik sendiri ataupun sepasang kekasih

Tetaplah disampingku sayang ; tersebab kita adalah sepasang rindu yang telah kau namai jodoh; berlabuh dirumah idaman tuk membaca luka-luka bahagia itu menjadi setitik putih menghapuskan hitam

Tetaplah tersenyum untukku sayang; tersebab senyummu adalah kehalusan jiwa tersublim dibibir manismu yang mengalihkan perhatianku agar tetap mendekap didadamu meronai segala  yang tersebab menjadi lisan yang halus dan tulus dihati kita berdua

Mata Pencil; Ternate 020217

CINTA PUNYA CERITA

Disaat kepergianmu Diana
Aku hanya bisa berlisan cerita
Tentang kita dan cinta
Kepada sepasang putih cendana

Mengenalmu adalah bahagiaku
Apalagi telah bersamamu
Tiada kata yang tak indah Diana
Sosokmu gadis pujaan tuk aku dan dia

Lelaki pilihan orangtuamu
Hingga kenapa kau terlepas dariku
Sebab aku ingin kau bahagia
Dengan lelaki sholeh juga imama

Sungguh cinta kita punya cerita
Kini kau hanyalah sebuah nama
Kabar kata kau sudah bahagia
Itulah harapan tuk kita semua

Sulfiudi Hasan; Ternate 040117

Rabu, 01 Februari 2017

DAUN

DAUN
=====
Ketika pucuk terlihat segar
Tumbuh menjadi lebar
Membentuk tubuh yang wajar
Melengkung aduhai dikit liar

Ketika matang terlihat tegar
Walau ditepuk angin
Walau ditempeli terik sinar
Bahkan dijatuhi bulir-bulir hujan

Daun tetap sabar diterpa jagat
Diam tak menghujat
Bahkan hanya menari-nari
Layaknya seperti dayang permaisuri

Ketika pagi; menawarkan embun
Ketika siang; menawarkan rimbun
Ketika sore; menawarkan rumpun
Ketika malam menawarkan senyuman

Lalu kenapa manusia ingin memetik daun
Tersebab nafsu birahinya semakin liar
Sedang ia memberimu kehidupan
Semisal udara yang kau hirup begitu segar

Memang manusia kadang bejat
Tak merasa puas semasi hayat
Belajarlah kepada daun yang tak pandai merasa
Agar kau hai manusia bisa menahan rasa

Sulfiudi Hasan ; Ternate 010217