Jumat, 29 Desember 2017

PEREMPUAN BERMATA BIRU


Di central Halmahera dirimu
Lantang mengatakan cinta
Tidakkah kau tahu cinta itu buta
Tak seperti bening dimata birumu

Pada lelaki timur Halmahera
Membuatnya terpana
Pada setiap pandangan
Menggelikan rasa-rasa senyuman

Kau melepas bunga genggaman
Ditanganmu yang lembut gemulai
Semisal helaian kapas nian lembut
Terhempas angin alihkan pandangan

Pada matamu nian membiru
Membisukan harapanku
Tersebab engkau bukan milikku
Sepantasnya cukup dengan satu

Bahwa kau semestinya dituntun
Pada sikap cinta lelaki yang santun
Bukan pada mata lelaki yang sok mengayun
Melirik; mengulum langit menembus ubun

Karena engkau perempuan santun
Pada kecantikanmu adalah masa depanmu
Pada kemolekan dirimu adalah keindahan
Hingga kau tau begitu jelita mata indahmu

Duhai perempuan bermata biru
Bungkuslah lekukan birahimu
Dengan sikap dan budi bahasamu
Sebab milikmu adalah ketetapanNya

Mata Pencil; Halmahera 291216

Selasa, 26 Desember 2017

CINTAKU


Tangisan rindu akhir desember/ laksana bulan telah sempurna/ melukis dirinya pada langit/ begitu polos/ sepolos sifat dan katakatamu/

Katamu/ kita adalah sepasang rindu/ janjimu/ kita akan bertemu pada titik rindu/ lalu menebas sepi/ merangkul bahagia hati/ dan sejujurnya kita tetap saling mencintai bukan?/

Kau tahu !/ ini desember kedua/ seharusnya sudah mampu melipat jarak/ engkau perempuan pilihan/ diseberang rindu/ teruslah bersamku/ hingga bulan menutup/ pada bilangannya/ yang sempurna/ semisal cintaku/ akan sempurna/ bila bertemu pada bilik rindu yang sama/

Halmahera 261217

Mata Pencil

BAHASA KERINDUANKU KEPADA PEREMPUAN PILIHAN


Mengenalmu
Adalah bahasa kerinduanku
Mengingatmu
Adalah bisikan kerinduanku 

Bahagia bersamamu
Adalah puncaknya kerinduanku 
Semisal rindu adalah nyanyian
Maka Serupa bunyi seruling di bukitbukit sana

Semisal rindu adalah air
Ia mengalir begitu teratur, dari bukitbukit sana
Semisal rindu adalah suara burung
Maka terdengar nyaring nan merdu, dari rantingranting pepohonan itu

Semisal rindu adalah amalan
Maka amalan terbaik adalah mengingat kematian
Sangat terasa indah bukan?
Itulah bahasa kerinduanku, padamu

Wahai" perempuan pilihan
Engkau yang kusebut
Perempuan bertubuh puisi
Terhadap dirimu

Aku sangat rindu" dipenggal baitbait puisimu

Halmahera: 271217

Mata Pencil

Senin, 25 Desember 2017

PEREMPUAN PILIHAN


Serasa pecah
Kapilerkapiler pembuluh darah
Bilik jantungku tersayat
Ritme nadinya lebih cepat
Dari biasanya
Ketika ruang hati
Tak lagi memberi
Satu tuangan rasa
Meramba dalam ruang rinduku
Takkan ada lagi
Musimmusim berganti
Ikhtiar
Ikhlas
Sebisaku
Tetap tunduk dan pasrah
Pada keadaan
Yang semakin menyalib rasa ini;
Rasa yang memulangkan
Kebahagiaan
Di ruang rindu yang sebenarnya;
Sebenarnya adalah milikmu;
Milikmu yang ditetapkan olehNya
Duhai perempuan pilihan

Ternate 241217

Mata Pencil

SERIBU CINTA LELAKI TAMPAN

==============

Lelaki berkalung tampan
Menabur seribu cinta
Berucap setia
Pada puan

Diujung utara sumatra
Menyemai benihbenih cinta
Tanpa lelah, sematamata
Ia merawat luka bahagia

Datang menawarkan
Air mata dewa
Menuangkan tetesantetesan
Dikalah kekeringan melanda

Pada ruangruang kegelisahan
Menepis badai
Menebas kesepian
Saat puan dihadang sunyi sepi

Kehadirannya
Bagaikan hujan dimusim kemarau
Sungguh puan tak menduga
Lelaki tampan itu

Berhati mulia
Tanpa melihat siapa diri saya
Oh, Tuhan..
Apakah doaku telah Engkau kabulkan

Saatsaat kaki dan tanganku
Terlipat, karena masa laluku
Kupasrahkan hati ini
Terbuka kembali

Aku yakin bahwa
Kedatangannya
Adalah hadia terindah
Atas petunjukMu, ya Allah

Ternate, 251217

Mata Pencil

Minggu, 24 Desember 2017

KEARIFAN CINTA


Bilikbilik rindu
Perempuan pilihan
Jangan ragukan
Cintaku
Pergi
Untuk kembali
Menemukanmu
Pada titik rinduku
Merangkul dikau
Bersamaku
Merendam rasa
Pada satu bilik cinta
Memuja
Cinta yang bersahaja
Pada kearifan puncakNya

Halmahera 241217

Mata Pencil

Rabu, 20 Desember 2017

SATU PUISI MALAM TENTANG KITA


Kutuliskan satu puisi malam
Pada lelahku yang terbaring
Dikau disebrang
Menemani tidurmu yang adem

Kutuliskan satu puisi malam
Untuk rinduku yang terpendam
Melarutkan rasa yang terdalam
Sedalam rindumu yang tak pernah padam

Kutuliskan satu puisi malam
Menghapuskan kenangan masamasa suram
Puisi itu perlahan kubacakan
Berharap sampai ditelinga kanan

Kutuliskan satu puisi malam
Menegaskan diriku
Bahwa kita bisa menebas kesunyian itu
Sembari melipat jarak kita

Satu puisi malam
Tentang kita
Yang masih terus
Merawat luka bahagia

Halmahera 211217

Mata Pencil

OH IBU

OH IBU

Serupa kilaunya
Mutiara dalam cangkangnya
Semisal itu,senyummu hari ini
Meleburkan segala kepenatan sepi

Ketika seharian
Kaki ini berjalan
Menapaki bukitbukit Halmahera
Sesampai dirumah desa

Melihat dikau yang kusayangi
Meneteskan air mata
Telah kudatangi
Mengantarkan rindu ibunda

Sambutmu bercerita
Kepada pagi yang pernah terlukis
Dan senja yang sudah  tiada
Tak kuasa jua menahan tangis

Oh ibu
Senyummu hari ini
Melumat sepi sepanjang hidupku
Mewarnai tangisan bahagia, kini

Aku mengerti bahwa
Kasih sayangmu selalu nyata
Tak kuasa membalasnya
Diusiamu yang makin senja

Kilauan dan keindahan senyummu
Tak pernah berubah
Ijinkan nanda bersujud dikakimu
Sebagai pembuka raudatul jannah

Tersebab ibu adalah malaikatku
Mendidik dan merawatku
Pada sepanjang usia hidupku
Tak pernah lelah mendoakanku

Oh ibu

Halmahera 021217
Mata Pencil

Selasa, 19 Desember 2017

SATU KECUP KERINDUAN


Lepas kepenatan
Menyurup kopi buatanmu
Sembari menulis satu catatan
Tentang rinduku dan rindumu

Katamu;
Bila mengingatku
Lepaskan satu senyum saja
Sebagai tanda

Rindu kita selalu ada
Dan aku disini
Melakukan hal yang serupa
Melukis senyummu dihati ini

Inilah cara kita
Sekian lama berbagi rasa
Kerinduan yang terdalam
Sedalam rindu yang tak pernah padam

Disini aku selalu menantimu
Bila bertemu
Telah kusiapkan
Satu kecup kerinduan

Pada kening matamu
Sebab matamu adalah jawaban
Atas segala rasa penantianku
Juga seribu pelukan

Yang telah larut dalam kemesraan
Cinta kita
Dan kerinduan
Atas hakikatNya

Halmahera 201217

Mata Pencil

Sabtu, 16 Desember 2017

CATATAN HATI


Jelang tidur
Sedikit mengulur
Waktu
Sebab engkau

Masih menikmati malam;
Malam minggu
Yang memanjakan
Kenangan

Tentang jejakjejak
Cita dan cinta kita
Melewati luka bahagia
Katamu, jangan pernah beranjak

Dari pandanganku
Semua ingatan telah kuceritakan
Dalam hatiku
Sebagai catatan hati yang tak terlupakan

Ketika berjalan
Ikutlah bersamaan dengan waktu
Sebab dengan begitu
Kita semakin kuat menjalin

Hubungan ini
Tanpa harus mengotori
Tiaptiap Lembarannya
Sampai menutup usia

Halmahera 161217
Mata Pencil

Kamis, 14 Desember 2017

MASIH TENTANG KITA


Serasa ingin membujuk malammalam sepi/ketika purnama tak lagi menepi/ diantara pepohonan yang rimbun/ sembari membaca beberapa kenangan/

Kenangan yang mengajari/ tentang kebijaksanaan hati/ hingga saat ini/ menjadi catatan terindah bersamamu/

Serasa bersemi kembali/ pada perjalanan desember tahun ini/ telah kita lewati/ dengan suasana cinta yang mengerami/ benihbenih kehidupanmu/

Masih tentang kita/ selalu tentang cinta/ yang membumi pada jiwa kita/ hingga kelak pèjalanan ini/ menjadi cerita terindah buat anakanak/ bahwa kita selalu bersama/ berbalut bahagia yang nyata/

Ternate 10/12/17
Mata Pencil

RANTING RANTING KERING


/Kepada rantingranting yang kering/dan dahandahan yang mulai lapuk/ senyumila akarakar yang kelaparan/ sungguh ia mencari kesuburan Tanah/ mengusir ulatulat basah yang disirami air garam/bergegasla

/Bila rantingranting kau biarkan kering/bagaimana bisa akan tumbuh tunas/sedang dedaunan berpucuk bunga itu/menjadikan kumbang dan sekelompok burung harus berkicau merdu/

/Jangan menjadi capungcapung yang kelaparan/melibas putik sepanjang musim/ sedang alam pun butuh keseimbangan hidup/
Menarila pada jarak yang pasti/ serupa bulan dimalam hari/ dan matahari disiang hari/ bukankah itu kepastian yang menjadi ketetapan-Nya/

HALMAHERA 021217
Mata Pencil

PEREMPUAN BERKALUNG RASA

PEREMPUAN BERKALUNG RASA

Dua nama dalam satu tubuh/pada perempuan pilihan itu/ketika deraiderai cinta/  memulangkan rasa/ kesepian yang panjang/ dan berlomba-lomba meneguk sepi yang tertuang/dalam benaknya/

Menertawakan luka/ membujuknya/ lalu menyalib suka cita/ menari kian berlari/ pada pengharapan penuh dusta/sejatinya mereka/ lebih baik berterus terang bukan?/

Semisal semut/ berburu gula dalam karung/ tertutup rapih/ tetapi mau saja menepi/ kelak mereka akan mengetahui/ pilihan itu akan jatuh/ pada sebidang dada yang sama/

Untuk dua nama/ mengejar satu nama/ seperti cerita roman picisan/ merasakan kedekatan/pada dia yang jauh/ sebisanya tertib pada perasaan semata/ untuk perempuan berkalung rasa/

Ternate 131217
Mata Pencil

SUNGGUH AKU RINDU

SUNGGUH AKU RINDU

Sungguh aku rindu
Ketika kehangatan
Memadukan hujan
Dengan rasaku

Sungguh aku rindu
Pada sentuhan jemarimu
Sembari menatapku
Perlahan mengecup keningku

Sungguh aku rindu
Perhatianmu
Ketika terbaring sakit
Katamu harus bangkit

Sungguh aku rindu
Caramu mengajakku tersenyum
Dengan membacakan sajaksajak rindu
Membuatku kagum

Sungguh aku rindu
Bersamamu
Aku bahagia
Pada kehangatan cinta kita

Sungguh aku rindu;
Rinduku pada perempuan pilihan
Sebab cintamu
Menghapus segala rasa kesedihan

Ternate 141217
Mata Pencil