Kutuliskan satu puisi malam
Pada lelahku yang terbaring
Dikau disebrang
Menemani tidurmu yang adem
Kutuliskan satu puisi malam
Untuk rinduku yang terpendam
Melarutkan rasa yang terdalam
Sedalam rindumu yang tak pernah padam
Kutuliskan satu puisi malam
Menghapuskan kenangan masamasa suram
Puisi itu perlahan kubacakan
Berharap sampai ditelinga kanan
Kutuliskan satu puisi malam
Menegaskan diriku
Bahwa kita bisa menebas kesunyian itu
Sembari melipat jarak kita
Satu puisi malam
Tentang kita
Yang masih terus
Merawat luka bahagia
Halmahera 211217
Mata Pencil
Tidak ada komentar:
Posting Komentar