Mengenalmu
Adalah bahasa kerinduanku
Mengingatmu
Adalah bisikan kerinduanku
Bahagia bersamamu
Adalah puncaknya kerinduanku
Semisal rindu adalah nyanyian
Maka Serupa bunyi seruling di bukitbukit sana
Semisal rindu adalah air
Ia mengalir begitu teratur, dari bukitbukit sana
Semisal rindu adalah suara burung
Maka terdengar nyaring nan merdu, dari rantingranting pepohonan itu
Semisal rindu adalah amalan
Maka amalan terbaik adalah mengingat kematian
Sangat terasa indah bukan?
Itulah bahasa kerinduanku, padamu
Wahai" perempuan pilihan
Engkau yang kusebut
Perempuan bertubuh puisi
Terhadap dirimu
Aku sangat rindu" dipenggal baitbait puisimu
Halmahera: 271217
Mata Pencil
Tidak ada komentar:
Posting Komentar