Selasa, 26 Desember 2017

BAHASA KERINDUANKU KEPADA PEREMPUAN PILIHAN


Mengenalmu
Adalah bahasa kerinduanku
Mengingatmu
Adalah bisikan kerinduanku 

Bahagia bersamamu
Adalah puncaknya kerinduanku 
Semisal rindu adalah nyanyian
Maka Serupa bunyi seruling di bukitbukit sana

Semisal rindu adalah air
Ia mengalir begitu teratur, dari bukitbukit sana
Semisal rindu adalah suara burung
Maka terdengar nyaring nan merdu, dari rantingranting pepohonan itu

Semisal rindu adalah amalan
Maka amalan terbaik adalah mengingat kematian
Sangat terasa indah bukan?
Itulah bahasa kerinduanku, padamu

Wahai" perempuan pilihan
Engkau yang kusebut
Perempuan bertubuh puisi
Terhadap dirimu

Aku sangat rindu" dipenggal baitbait puisimu

Halmahera: 271217

Mata Pencil

Tidak ada komentar:

Posting Komentar