Serasa pecah
Kapilerkapiler pembuluh darah
Bilik jantungku tersayat
Ritme nadinya lebih cepat
Dari biasanya
Ketika ruang hati
Tak lagi memberi
Satu tuangan rasa
Meramba dalam ruang rinduku
Takkan ada lagi
Musimmusim berganti
Ikhtiar
Ikhlas
Sebisaku
Tetap tunduk dan pasrah
Pada keadaan
Yang semakin menyalib rasa ini;
Rasa yang memulangkan
Kebahagiaan
Di ruang rindu yang sebenarnya;
Sebenarnya adalah milikmu;
Milikmu yang ditetapkan olehNya
Duhai perempuan pilihan
Ternate 241217
Mata Pencil
Tidak ada komentar:
Posting Komentar