Minggu, 18 Desember 2016

KEMARAU DIDADAMU

KEMARAU DIDADAMU
==================

Seribu musim menghampiri
Sejak ditinggal dia yang kau sayangi
Katamu seribu kecup itu tak cukup mengobati
Pada dialog dua dada dekap mengaliri

Merasuk basahi rongga-rongga rusuk
Didadamu nian tercabik-cabik
Semisal luka sayatan disirami air garam
Nyeri terasa menyatukan seribu musim

Sebesar itukah dia bagimu;
Acapkali kau diam membisu
Menatap langit dan kaupun bertanya
Bagaimana keadaan dirinya disana ?

Inikah kemarau Didadamu
Menyalib rasamu tak lagi merasa
Merapatkan hatimu tak lagi menyapa
Kepada siapa kekasih yang puan mau

Puan; bisakah kemarau didadamu
Kusirami kembali dengan air dihatiku
Biar mudah ; beritahukan aku caranya !

Tersebab kau harus tau bahwa kita ;
Adalah sepasang rindu pada kemarau itu"

Karena itulah didadamu ;
aku ingin lelahmu kau sandarkan didadaku

Meriuhkan kembali desahan dialog itu
Rasakan kembali seribu kecup dikeningmu
"Bersamamu mengakhiri kemarau didadamu"

Mata Pencil ; Halmahera 181216

Tidak ada komentar:

Posting Komentar