KEMARAU DIDADAMU
==================
Seribu musim menghampiri
Sejak ditinggal dia yang kau sayangi
Katamu seribu kecup itu tak cukup mengobati
Pada dialog dua dada dekap mengaliri
Merasuk basahi rongga-rongga rusuk
Didadamu nian tercabik-cabik
Semisal luka sayatan disirami air garam
Nyeri terasa menyatukan seribu musim
Sebesar itukah dia bagimu;
Acapkali kau diam membisu
Menatap langit dan kaupun bertanya
Bagaimana keadaan dirinya disana ?
Inikah kemarau Didadamu
Menyalib rasamu tak lagi merasa
Merapatkan hatimu tak lagi menyapa
Kepada siapa kekasih yang puan mau
Puan; bisakah kemarau didadamu
Kusirami kembali dengan air dihatiku
Biar mudah ; beritahukan aku caranya !
Tersebab kau harus tau bahwa kita ;
Adalah sepasang rindu pada kemarau itu"
Karena itulah didadamu ;
aku ingin lelahmu kau sandarkan didadaku
Meriuhkan kembali desahan dialog itu
Rasakan kembali seribu kecup dikeningmu
"Bersamamu mengakhiri kemarau didadamu"
Mata Pencil ; Halmahera 181216
Tidak ada komentar:
Posting Komentar