=================================
Ketika derajatmu tiga tingkat pada lelaki
Kenapa harus tidur di selokan kota
Menemani tangisan memundi lembaran seri
Pada siang hari mengeja hafalan bersama
Para santri mendulang kalam ilahi
Melingkar menghiasi kitab suci
Menggema memuja dan memuji
Pada asma-NYA tiada henti
Pesona kerudung putih wajahmu berseri
Tampak cahaya putih menghiasi diri
Ketika siang berganti malam nanti
Engkau seperti lupa diri
Bahwa balutan kerudungmu sebatas khiasan
Melengkapi cara dan gayamu berpenampilan
Bukankah kau pengajar para santri santriawan
Sungguh derajatmu tak kau hiraukan
Duhai pesona kerudung putih pahamila
Cahayamu adalah ilmu
Derajatmu adalah amalan
Sedang jiwamu adalah jatidiri
Tidakkah kau sadari bahwa
Jiwamu sedang diuji oleh Allah, Tuhanmu
Derajatmu akan runtuh pada kecaman
Dan cahayamu akan senyap mengerami diri
Duhai pesona kerudung putih
"kembalilah
Pada jalan pulangmu
Bukan pada jalan-jalan selokan kota
Pada cahayamu
Bukan pada sinar binar lampu kota
Pada ilmu yang menjadi amal ibadah
Pada pesona kerudung putih bertahta syari'i
"Karena sesungguhnya sebaik baik wanita
Adalah wanita sholehah"
Mata Pencil: 021116
Tidak ada komentar:
Posting Komentar