Senyumku membalut tubuhmu
Pada wajah kota kenangan kian bisu
Luka luka bahagia telah terpasung
Tersembunyi pada dalamnya palung
Senyumku memecah bak gemuruh ombak
Menepi dilubuk hatimu basah serempak
Memalingkan perhatianmu nampak
Dikala angin barat datang berbisik
Lelaki dari timur datang mengabari nona"
Aku memulangkan senyum yang kau tanya
Dimana senyummu yang dulu sayang
Ketika awal kita jatuh cinta kian kepayang
Senyum lelaki dari timur itu yang kau namai
Menyengat sebalur tubuhmu kian mengasihi
Semisal matahari memekarkan bunganya
Pada pagi hari hingga selamanya
Senyum lelaki dari timur
Menguatkan kebahagian
Menyatukan hati
Untuk kita "Cinta yang abadi"
Mata Pencil 071116
Tidak ada komentar:
Posting Komentar