Senin, 03 Oktober 2016

JELAJAH MATAPENCIL

JELAJA MATAPENCIL
==================
catatan ke 18 (delapanbelas)

Bukan tumpulnya atau tajamnya MataPensil ketika menuliskan sesuatu tentang rindu, cinta bahkan suka duka pada sifat yang dirasakan oleh manusia dalam hidup dan kehidupannya

Adalah sebuah goresan kecil diujungnya menuliskan kebaikan dan pangkalnya menghapus keburukan berkalimat konotasi yang sejatinya menguraikan pesan dialektika seni pada kehidupan kita

MataPensil diartikan sebagai "mengalirkan kata pengagungan cinta literasi" makna kata yang tak seberapa nilainya tetapi bagiku adalah ekspresi jiwa cinta akan literasi pada proses belajar akan pentingnya menuliskan peristiwa -peristiwa kecil yang kita alami setiap hari bisa kita abadikan

Saya menuliskan ini sebagai bentuk respon diri agar tetap belajar pada ruang ruang dimana kita harus tetap belajar menghargai diri dan alam sekitar kita. Boleh dikatakan mengasah potensi fikir agar tetap mau belajar dan terus belajar tristimewa pada diri sendiri

Singkat kata mari kita belajar tuk memaknai sebua proses dalam bingkai iman ilmu dan amal tuk semata karena pengabdian cinta kepada Allah Tuhan semesta dengan potensi yang kita miliki.

Yakin Usaha Sampai

Suldiudi Hasan - Ternate 031016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar